kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

PSN Resmikan Satelit Nusantara Lima, Dorong Internet 3T & Ekspansi Kapasitas Regional


Selasa, 12 Mei 2026 / 11:50 WIB
PSN Resmikan Satelit Nusantara Lima, Dorong Internet 3T & Ekspansi Kapasitas Regional
ILUSTRASI. PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) (DOK/PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN))


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) resmi mengoperasikan Satelit Nusantara Lima yang diproyeksikan memperkuat pemerataan akses internet nasional, khususnya di wilayah 3T, sekaligus membuka pemanfaatan kapasitas untuk kerja sama konektivitas di kawasan Asia Tenggara.

Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso menegaskan, satelit ini menjadi penanda penguatan kemandirian Indonesia dalam pengelolaan infrastruktur komunikasi berbasis antariksa. 

Ia menyebut prioritas utama tetap pada kebutuhan domestik sebelum kapasitasnya dimanfaatkan secara regional.

Baca Juga: VKTR Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik di Jawa Tengah, Bidik TKDN 80% pada 2030

“Hari ini kami meresmikan operasional Satelit Nusantara Lima sebagai salah satu langkah penting dalam memperkuat kemandirian Indonesia di sektor infrastruktur konektivitas satelit,” kata Adi dalam peresmian operasi SNL di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin (11/5/2026).

PSN juga mengalokasikan sebagian kapasitas, masing-masing 20 Gbps untuk Filipina dan Malaysia, seiring meningkatnya kebutuhan layanan internet berbasis satelit di kawasan.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid menyampaikan apresiasi atas tuntasnya seluruh proses pengembangan hingga operasional satelit tersebut. 

Ia menilai kehadiran infrastruktur ini menjadi bagian penting untuk memperkecil kesenjangan akses digital di Indonesia.

“Kami mengapresiasi PSN yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian mulai dari pengembangan sampai satelit ini siap beroperasi,” kata Meutya.

Ia menambahkan, saat ini sekitar 230 juta penduduk Indonesia telah terkoneksi secara digital, namun pemerintah menargetkan seluruh 280 juta warga dapat menikmati akses yang merata tanpa kesenjangan wilayah.

“Kita ingin seluruh masyarakat Indonesia bisa terhubung, bukan hanya di wilayah barat atau sekitar Jawa, tetapi juga sampai ke daerah paling jauh di seluruh Nusantara,” ujarnya.

Meutya juga menekankan bahwa pembangunan ekosistem antariksa tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif industri dalam memperkuat infrastruktur digital nasional.

Baca Juga: Geopolitik Memanas, Harga Energi Global Melonjak dan Tekan Negara Asia

“Kami melihat pengembangan ekosistem ini harus dilakukan bersama, dan peran industri menjadi sangat krusial dalam membangun konektivitas masa depan,” kata Meutya.

Satelit Nusantara Lima sendiri mengusung teknologi Very High Throughput Satellite (VHTS) dengan kapasitas lebih dari 160 Gbps, didukung 101 spot beam Ka-band serta platform Boeing 702MP. 

PSN juga telah menyiapkan tujuh stasiun bumi di berbagai wilayah untuk menunjang operasionalnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×