kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Rencana Pelita Samudera Shipping (PSSI) hingga 2021


Kamis, 20 September 2018 / 17:14 WIB
Rencana Pelita Samudera Shipping (PSSI) hingga 2021
ILUSTRASI. Paparan publik PT Pelita Samudera Shipping Tbk


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pelita Samudera Shipping Tbk optimis dengan tren bisnis kapal angkut komoditi batubara hingga 2021. Berdasarkan riset perusahaan, Pelita Samudera Shipping yakin harga batubara Indonesia bakal terus kompetitif setidaknya sampai tahun 2021 di kisaran US$ 80-US$ 100 per metrik ton.

Dengan stabilnya harga itu maka produksi batubara nasional juga bakal terus meningkat. Sekedar gambaran produksi batubara di 2017 adalah 461 juta metrik ton dan di 2021 bakal mencapai 591 juta metrik ton. Karenanya, tren batubara bakal memberikan efek positif bagi banyaknya permintaan sewa angkut komoditi tersebut.

Direktur Utama Pelita Samudera Shipping, Iriawan Barat mengatakan, tahun 2019 perusahaan bakal menambah 8 paket kapal tunda dan tongkang berukurang 330 feet, 1 floating crane (FC), dan dua kapal mother vessel. “Di 2020 dan 2021 akan tambah masing-masing dua unit kapal tunda dan tongkang 330 feet,” katanya, Kamis (20/9).

Dengan penambahan itu, perusahaan berharap pendapatan di 2019 mencapai 30% dibanding 2018. Kemudian pendapatan di 2020 dan 2021 diharapkan bisa tumbuh di kisaran 20%.

Iriawan mengatakan, di 2019 perusahaan bakal memulai strategi diversifikasi pasar. Jika selama ini Pelita Samudera Shipping kerap melayani pengangkutan komoditi batubara, maka di 2019 perusahaan bakal mencari komoditi baru. “Rencananya nikel,” tambah Iriawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×