kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

SDM hambat pendirian pabrik Qualcomm di Indonesia


Jumat, 21 Agustus 2015 / 17:18 WIB


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Qualcomm telah hadir di Indonesia sejak 2001 lalu. Saat ini, produsen chipset tersebut tengah menimbang rencana membuka pabrik di Indonesia.

"Arahnya kesana, sedang disusun rencana itu," ujar Shannedy Ong, Country Director Qualcomm Indonesia, (20/8).

Namun, sepertinya ini tidak menjadi rencana jangka pendek bagi perusahaan asal San Dieho, AS tersebut. Masih banyak hal yang menjadi pertimbangan.

Saat ini, dolar Amerika Serikat (AS) memang sedang menguat. Hal ini bisa menjadi kesempatan bagi asing untuk membuka pabrik di Indonesia.

Sebab, menguatnya dolar membuat pembelian lahan dan maintanance-nya di suatu lahan industri bisa menjadi terasa murah.

Tapi, ada hal lain yang menjadi pembatas, yakni sumber daya manusia (SDM).

SDM yang bisa menopang bisnis yang dijalani Qualcomm masih sangat terbatas.

"Lalu, kesiapan dari vendornya itu sendiri, kesiapan dari produsen handset," tandasnya.

Apakah mereka sudah memiliki dan sanggup memenuhi keingan pasar atas teknologi yang sedang menjadi tren. Hal ini juga menjadi pertimbangan penting.

"Kalau kami, sih, sudah siap, bahkan kami sudah memiliki teknologi yang akan menjadi tren pada lima tahun mendatang," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×