Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tera Data Indonusa Tbk (AXIO) tetap optimistis menatap prospek bisnis pada paruh kedua tahun 2026. Meskipun kondisi menantang terjadi di pasar, kebutuhan akan perangkat komputasi dinilai tetap terbuka, baik di segmen ritel maupun komersial.
Untuk itu, manajemen tetap menjadikan target yang dibidik di awal tahun sebagai acuan kinerja untuk tahun penuh 2026. Perusahaan menetapkan target pendapatan tahun 2026 sebesar Rp2,18 triliun dan untuk laba bersih senilai Rp101,7 miliar.
Direktur AXIO, Luhur Budiman menyampaikan pada semester I-2026, AXIO tercatat membukukan pendapatan mencapai Rp729,1 miliar, atau meningkat 18,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: BPJT Ungkap 17 Ruas Tol Kantongi Rekomtek untuk Naik Tarif
Pertumbuhan kinerja pada paruh pertama terutama didukung oleh peningkatan kontribusi penjualan pada segmen ritel dan komersial, serta pengelolaan operasional yang lebih terukur.
Peningkatan pendapatan tersebut turut diikuti dengan pertumbuhan laba kotor sebesar 23,2% menjadi Rp122,6 miliar, sementara laba tahun berjalan mencapai Rp20,4 miliar.
“Dengan mempertimbangkan dinamika pasar dan pencapaian semester pertama, fokus manajemen pada paruh kedua adalah memperkuat momentum pertumbuhan, meningkatkan efektivitas penjualan, serta menjaga profitabilitas dan efisiensi operasional,” ungkap Luhur, kepada Kontan.co.id, pekan lalu.
Di sisi lain, AXIO melihat industri juga masih menghadapi tekanan dari kenaikan harga komponen, khususnya memori dan storage, serta kondisi daya beli yang lebih selektif. IDC memperkirakan tekanan tersebut akan semakin terasa pada paruh kedua 2026.
Untuk menghadapi berbagai tekanan tersebut, perusahaan tetap berfokus pada pengelolaan portofolio produk, harga, persediaan, dan rantai pasok secara cermat.
“Target yang telah ditetapkan tetap menjadi acuan Perseroan, dengan perhatian pada kualitas pertumbuhan dan pencapaian kinerja secara optimal,” ucapnya.
Dalam menjalankan bisnis di sisa tahun ini, perusahaan akan melanjutkan penguatan bisnis pada segmen ritel dan komersial melalui optimalisasi portofolio produk, jaringan distribusi, serta layanan purna jual.
AXIO juga akan terus merespons perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan konsumen, termasuk meningkatnya kebutuhan terhadap perangkat yang mendukung pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).
Selain pengembangan produk, perusahaan juga berupaya mengoptimalkan kapasitas dan jaringan distribusi yang telah dimiliki untuk memperluas jangkauan pasar.
“Pendekatan Perseroan tetap mengutamakan pertumbuhan yang sehat dengan memastikan setiap pengembangan memberikan nilai tambah terhadap bisnis dan pelanggan,” sebutnya.
Di sisi operasional, pengelolaan persediaan dan rantai pasok akan menjadi perhatian penting untuk menjaga ketersediaan produk sekaligus mengantisipasi volatilitas harga komponen.
Untuk belanja modal atau capital expenditure (Capex), Luhru mengaku rencana capex tahun ini diarahkan secara selektif dalam mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan kapasitas, termasuk aset produksi, peralatan pendukung, fasilitas, serta kebutuhan teknologi.
Hingga semester I-2026, Perseroan telah merealisasikan perolehan aset tetap sekitar Rp12,0 miliar. Untuk paruh kedua tahun ini, pengalokasian belanja modal akan disesuaikan dengan kebutuhan bisnis dan prioritas investasi, dengan tetap memperhatikan efektivitas penggunaan modal serta kondisi pasar.
Baca Juga: Dirut PTBA Curhat Selalu Jadi Tumpuan DMO Batubara, Minta Dikelola Lebih Adil
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














