kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Wacana penghapusan BBM jenis premium dan pertalite kembali marak, ini kata Gaikindo


Minggu, 28 Juni 2020 / 14:52 WIB
ILUSTRASI. Suasana penjualan mobil di salah satu dealer di kawasan Tebet, Jakarta Selatan


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Anna Suci Perwitasari

Belakangan, rencana penghapusan BBM premium dan pertalite jadi topik hangat setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif kembali menyinggung rencana tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, Kamis (25/6) lalu.

Meski begitu, sampai saat ini belum terang kapan rencana penghapusan ini akan direalisasi. Tidak hanya itu, usulan energi bahan bersih sebagai pengganti premium dan pertalite juga masih belum diketahui.

PT Pertamina (Persero) sendiri sudah memastikan bahwa penjualan premium masih akan berjalan sesuai penugasan. Acuannya adalah Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014.

Baca Juga: Bakal garap 8 proyek kilang mini, Aspermigas harapkan jaminan pemerintah

Jongkie menilai, seandainya jadi diterapkan, penghapusan BBM jenis premium dan pertalite tidak akan berdampak signifikan terhadap minat masyarakat Indonesia untuk membeli mobil. 

Karena, pengguna mobil di Indonesia sudah memiliki kesadaran yang semakin baik untuk menggunakan BBM ramah lingkungan, sekalipun misalnya BBM pengganti premium dan pertalite memiliki harga yang lebih tinggi.

“Saya rasa pemilik kendaraan juga mulai sadar untuk memakai BBM yang dianjurkan agar kendaraannya lebih awet dan performa juga baik,” pungkas Jongkie.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×