kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Waduh! Ada kontraktor migas yang realisasi produksinya masih di bawah 90%


Minggu, 14 Juni 2020 / 19:01 WIB
ILUSTRASI. Proyek Bison, Iguana, dan Gajah-Puteri (BIGP)


Reporter: Filemon Agung | Editor: Pratama Guitarra

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Satuan Kerja Khusus Pelakasana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengakui terjadi penurunan kinerja produksi dan lifting minyak dan gas (migas) oleh sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno menuturkan penurunan ini terjadi dihampir oleh seluruh KKKS. Oleh karena itu terdapat beberapa KKKS yang mengajukan revisi rencana kerja atau Work Plan & Budget (WP&B) tahun 2020 ini.

"Sebagian besar mengalami penurunan. Sudah ada beberapa juga yang ajukan revisi Work Plan & Budget (WP&B)," terang Julius kepada KONTAN, Minggu (14/6).

Baca Juga: Demi produksi Blok Rokan, pemerintah bakal tanggung investasi Chevron Demi produksi Blok Rokan, pemerintah bakal tanggung investasi Chevron

Sebelumnya SKK Migas mengubah target lifting minyak menjadi hanya 705.000 barrel oil per day (bopd) dari yang sebelumnya 755.000 bopd pada tahun ini.

Sampai pada Mei 2020 ini, realisasi lifting migas nasional baru mencapai 1,712 juta barel setara minyak per hari (boepd) dengan rincian lifting minyak 701.000 barel per hari (bopd) dan lifting gas 5.658 juta kaki kubik per hari (MMscfd) atau setara 1.010 ribu barel minyak ekivalen perhari (boepd).

Baca Juga: Proyek Masela tercancam molor

Julius mencatat, terdapat sejumlah KKKS yang realisasi produksi dan lifitngnya masih berada di bawah 90% dari target. Sejumlah KKKS tersebut diantaranya PHE Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES), Petronas Ketapang dan Badan Operasi Bersama PT Bumi Siak Pusako (BOB BSP)-Pertamina Hulu.

Julius menambahkan, secara global terjadi pemangkasan investasi atau belanja modal industri hulu migas. Alokasi belanja modal yang totalnya mencapai US$ 253 miliar bakal terpangkas hingga 25% atau menjadi US$ 176 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×