kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.537.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Archipelago Bidik Okupansi 80% pada Periode Libur Nataru 2026, Intip Strateginya


Rabu, 04 November 2026 / 16:03 WIB
Archipelago Bidik Okupansi 80% pada Periode Libur Nataru 2026, Intip Strateginya
ILUSTRASI. NULL (DOK/Archipelago International)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Archipelago International membidik tingkat okupansi hotel sebesar 80% selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Optimisme tersebut ditopang oleh tren pemesanan kamar yang menunjukkan peningkatan menjelang akhir tahun. 

CEO Archipelago International John Flood mengatakan, jumlah reservasi yang telah tercatat untuk periode 20 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027 meningkat sekitar 47% antara awal Oktober dan awal November 2026.

“Kami menargetkan tingkat okupansi sebesar 80% selama periode tersebut, lebih tinggi dibandingkan pencapaian sekitar 75,5% pada Nataru 2025," ujar John kepada Kontan, Rabu (4/11/2026). 

Baca Juga: Arsy Buana (HAJJ) Raih Pendapatan Rp 657,67 Miliar, Laba Turun 75% per September 2026

Menurut John, momentum libur Nataru tahun ini memiliki potensi permintaan yang cukup baik. Pasalnya, Hari Natal dan Tahun Baru sama-sama jatuh pada hari Jumat sehingga menciptakan dua periode libur panjang berturut-turut.

Dari sisi destinasi, permintaan pemesanan awal (early bookings) paling kuat terlihat di sejumlah kawasan wisata, seperti Bintan dan Lagoi, Batam, Bali termasuk Ubud, Gili Trawangan, serta Bandung.

Beberapa properti dengan basis pemesanan awal terbesar antara lain Kamuela Lagoi Bay Villas, Aston Canggu Beach Resort, Aston Sunset Beach Resort di Gili Trawangan, Aston Nagoya City Hotel, dan Quest Hotel Port Dickson.

Selain destinasi wisata, Archipelago juga memperkirakan sejumlah hotel di kawasan regional dan perkotaan dapat mencatat okupansi lebih tinggi pada tanggal-tanggal puncak. Hotel Neo Dipatiukur di Bandung dan Harper Purwakarta, misalnya, diproyeksikan mampu mencapai tingkat okupansi di atas 90%.

John mengatakan, pencapaian tersebut juga berpotensi ditopang oleh pemesanan kamar menjelang hari kedatangan atau last-minute bookings. Hal ini sejalan dengan perubahan pola pemesanan wisatawan yang kini cenderung memiliki rentang waktu yang lebih pendek. 

“Tamu yang melakukan reservasi melalui situs resmi kami umumnya memesan kamar sekitar lima hingga tujuh hari sebelum kedatangan. Oleh karena itu, jumlah reservasi yang tercatat saat ini belum sepenuhnya mencerminkan potensi pemesanan hingga periode liburan berlangsung,” jelasnya. 

Untuk mengoptimalkan momentum Nataru, Archipelago mengandalkan strategi pengelolaan harga kamar secara dinamis.

Baca Juga: Pajak Digital Berpotensi Tambah Beban Pengembang Properti

Pihaknya tidak berencana melakukan diskon secara luas demi mengejar volume pemesanan, melainkan menggunakan FluxRate, yaitu sistem manajemen pendapatan (revenue management system) yang menetapkan tarif kamar secara harian berdasarkan masing-masing hotel dan tanggal menginap. 

Sistem ini mempertimbangkan proyeksi okupansi, jumlah reservasi yang telah tercatat, kecepatan pertumbuhan pemesanan, serta tarif kompetitor. Dengan demikian, tarif kamar pada periode puncak dapat dikelola secara optimal. 

Di sisi lain, Archipelago juga mengembangkan paket menginap untuk mendorong permintaan pada hari-hari dengan tingkat okupansi relatif lebih rendah, terutama Minggu dan malam kedua masa menginap.

Beberapa program yang telah berjalan antara lain Anyer Sunday Escape, paket liburan keluarga di Puncak, Royal Malioboro Stay di Yogyakarta, serta program Stay 3 Pay 2 di Aston Kupang, termasuk paket pengalaman wisata di Bali.

Dari sisi pendapatan, Archipelago memperkirakan rata-rata tarif kamar harian (Average Daily Rate/ADR) dan pendapatan per kamar tersedia (Revenue per Available Room/RevPAR) akan menguat seiring semakin dekatnya periode liburan dan meningkatnya permintaan pada tanggal-tanggal puncak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×