kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.987   -11,00   -0,06%
  • IDX 6.122   -26,16   -0,43%
  • KOMPAS100 793   -5,23   -0,65%
  • LQ45 608   -3,65   -0,60%
  • ISSI 212   -0,09   -0,04%
  • IDX30 337   -1,94   -0,57%
  • IDXHIDIV20 427   -0,46   -0,11%
  • IDX80 91   -0,65   -0,71%
  • IDXV30 115   -0,40   -0,35%
  • IDXQ30 110   -0,10   -0,09%

Asita: Tren Wisata Domestik Semester I-2026 Masih Stagnan


Rabu, 12 Agustus 2026 / 17:11 WIB
Asita: Tren Wisata Domestik Semester I-2026 Masih Stagnan
ILUSTRASI. Gelaran MotoGP Mandalika 2025 kembali Digelar (DOK/Innit Lombok)


Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) menilai tren perjalanan wisata domestik pada semester I-2026 belum menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Budijanto Ardiansjah menilai, daya beli masyarakat yang masih tertekan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan wisatawan dalam melakukan perjalanan.

Menurutnya, perilaku wisatawan saat ini masih sangat mempertimbangkan faktor harga. Selain itu, sebagian besar wisatawan cenderung memilih fasilitas perjalanan yang lebih sederhana, kecuali segmen pasar kelas atas yang tetap berminat terhadap layanan premium.

Baca Juga: Permintaan Cybersecurity Meningkat, Anabatic Perkuat Bisnis Digital

"Kecenderungan wisatawan saat ini masih ditentukan oleh harga dan fasilitas yang dipilih cenderung yang biasa-biasa saja," katanya kepada Kontan, Rabu (12/8/2026).

Seiring dengan kondisi permintaan tersebut, bisnis biro perjalanan wisata (BPW) juga dinilai masih menghadapi tantangan. Pelaku usaha pun dituntut lebih kreatif dalam menyusun produk wisata agar tetap menarik bagi konsumen.

Budijanto menyebut, saat ini paket wisata yang banyak ditawarkan ialah yang memberikan fleksibilitas yang lebih besar kepada wisatawan.

"Dalam situasi daya beli yang juga menurun, BPW dituntut untuk inovatif dalam membuat paket supaya tetap laku terjual. Sekarang yang dijual adalah paket free and easy," ungkapnya.

Pada semester II-2026, Asita mencermati masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan, terutama terkait regulasi pemerintah yang menurutnya perlu lebih mendukung keberlangsungan usaha kecil dan menengah (UKM) di sektor perjalanan wisata.

Meski demikian, Budijanto bilang peluang pertumbuhan industri perjalanan wisata masih ada khususnya dari potensi pasar yang belum tergarap. Dengan begitu, diperlukan upaya promosi yang lebih agresif untuk mendorong minat perjalanan masyarakat.

"Dari sisi peluang, masih banyak market yang belum dimaksimalkan sehingga kegiatan promosi harus semakin gencar dilakukan," pungkasnya.

Baca Juga: Ekspor Motor CBU Melonjak 20% hingga Juli 2026, AISI: Daya Saing Produk Makin Kuat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×