Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.140
  • EMAS682.000 0,44%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Bekraf salurkan insentif untuk pelaku usaha ekonomi kreatif

Kamis, 23 Mei 2019 / 15:11 WIB

Bekraf salurkan insentif untuk pelaku usaha ekonomi kreatif
ILUSTRASI. Fadjar Hutomo, Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyalurkan lnsentif dalam bentuk penambahan modal kerja dan/atau investasi aktiva tetap kepada pelaku usaha ekonomi kreatif (ekraf).

lnsentif yang diberikan Bekraf merupakan bantuan pemerintah untuk pelaku usaha ekraf subsektor aplikasi digital dan pengembangan permainan, fesyen, kriya, kuliner dan film.


“Bekraf memberikan insentif berupa dana kepada pelaku usaha ekraf yang lolos kurasi. Tiap penerima BIP (Bantuan Insentif Pemerintah) berkesempatan mendapatkan maksimal Rp 100 juta untuk meningkatkan kapasitas usaha dan produksi mereka,” ujar Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo, dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Kamis (23/5).

Persyaratan pelaku usaha ekraf untuk mendapatkan BIP, antara lain memiliki badan usaha, mendaftar di BISMA, melampirkan portofolio produk usaha, mengajukan proposal permohonan BIP.

Pelaku usaha ekraf bisa mendaftar BIP secara online yang dibuka dari tanggal 23 Mei hingga 12 Juni 2019. Beberapa tahap seleksi yang dilalui pelaku usaha ekraf yaitu seleksi administrasi, seleksi presentasi substansi dan wawancara, verifikasi lapangan, dan veriflkasi rencana anggaran belanja.

Penerima BIP 2019 wajib memberikan laporan pertanggungjawaban kepada Bekraf paling lambat 30 hari setelah pencairan insentif.

Tim Monitoring-Pengendalian-Evaluasi (MPE) Bekraf akan menjalankan monitoring untuk memantau penggunaan dana BIP, untuk memastikan pelaksanaannya sesuai dengan RAB yang sudah disetujui oleh kurator penilai yang ditunjuk.

Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh Pelaku usaha ekonomi kreatif (ekrafprener) yang siap tumbuh dan berkembang adalah masalah permodalan. Banyak ekrafprener yang tidak memiliki jaminan kolateral untuk mendapatkan pengembangan akses permodalannya seperti dana dari perbankan dan juga masih bersifat informal.

Oleh karena itu Bekraf memfasilitasi agar Pelaku usaha dapat berpindah dari usaha informal menjadi formal dan meningkatkan skala usahanya.

Namun, mengingat jumlah dana yang terbatas dan besarnya minat jumlah pelaku ekraf yang mendaftar, maka bantuan insentif pemerintah ini bersifat kompetisi yang diseleksi oleh kurator dari luar Bekraf.


Reporter: Ahmad Ghifari
Editor: Yudho Winarto
Video Pilihan

Tag
TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0014 || diagnostic_api_kanan = 0.0467 || diagnostic_web = 0.3139

Close [X]
×