kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45987,90   -2,03   -0.21%
  • EMAS1.164.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bidik Pertumbuhan Dobel Digit di 2023, Ini Strategi Indonesian Paradise (INPP)


Jumat, 09 Juni 2023 / 05:55 WIB
Bidik Pertumbuhan Dobel Digit di 2023, Ini Strategi Indonesian Paradise (INPP)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli

Begitu juga pada bisnis hotel dengan segmen pasar yang terdiversifikasi untuk bintang lima hingga dua. Seperti Grand Hyatt, Keraton Plaza, Sheraton Bali, Aloft Hotel Kuta, Harris Suites fX Sudirman, Yello Hotel Kuta, hingga POP! Hotel Yogyakarta.

Di samping segmen komersial dan hotel, INPP juga memperkuat segmen properti. Sejumlah produk yang sudah dan sedang dikembangkan adalah One Residence Batam, Beachwalk Residences Bali, 31 Sudirman Suites Makassar, dan Antasari Place Jakarta.

Direktur Utama INPP, Anthony Prabowo Susilo, menyampaikan pihaknya telah merancang strategi pertumbuhan secara jangka menengah hingga panjang. Selain yang eksisting, INPP akan menambah portofolio properti dengan menggarap sejumlah proyek di Balikpapan, Semarang, dan Makassar.

Baca Juga: Anak Usaha Indonesia Paradise Property (INPP) Jalin Kerja Sama dengan Bank CCBI

Setelah proyek Antasari Place mencapai topping off pada bulan Mei lalu, INPP siap memulai sejumlah proyek pada kuartal II-IV 2023. Yakni proyek mixed use residential di Balikpapan, mixed use komersial di Semarang, dan mixed use komersial & residensial di Makassar, dengan target penyelesaian proyek secara bertahap antara 2025 - 2030.

Pengembangan proyek properti INPP akan diiringi dengan penguatan portofolio hotel di tengah pemulihan tingkat harga dan okupansi pasca pandemi.

"Kami akan fokus terhadap long term asset investment. Recovery bisnis hotel juga sangat pesat, sudah lebih tinggi dari level sebelum pandemi. Kami fokus terhadap pertumbuhan," terang Anthony.

Baca Juga: INPP Kantongi Marketing Sales Rp 1,4 Triliun dari Antasari Place

Guna menopang strategi ekspansi tersebut. INPP menganggarkan belanja modal (capex) sekitar Rp 600 miliar - Rp 800 miliar pada tahun ini. Sekitar Rp 200 miliar capex dialokasikan untuk peremajaan hotel dan sisanya untuk menggarap sejumlah proyek.

Pada perdagangan Kamis (8/6), saham INPP bergerak di zona hijau dengan ditutup menguat 5,83% ke posisi harga Rp 436 per lembar saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×