Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jababeka Tbk (KIJA) berhasil meraih kinerja positif dengan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 5,14 triliun pada tahun 2025. Pencapaian ini mengalami kenaikan 12% dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis pada Rabu (4/3), pilar land development & property perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp2,45 triliun, lebih rendah dibandingkan Rp2,56 triliun pada 2024.
“Kinerja tahun 2025 didukung oleh pertumbuhan penjualan tanah matang yang meningkat dari Rp2,05 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp2,10 triliun pada tahun 2025, mencerminkan permintaan yang tetap solid,” ungkap Corporate Secretary KIJA, Muljadi Suganda, dalam keterangannya.
Baca Juga: Jumlah Pemudik Berpotensi Turun, Kenaikan Harga BBM Imbas Perang Iran Jadi Pemicu
Sementara pendapatan dari pilar infrastruktur berkontribusi sebesar Rp2, 56 triliun atau mencerminkan pertumbuhan 4% yoy. Subsegmen terbesar dalam pilar ini berasal dari pendapatan pembangkit listrik yang tercatat sebesar Rp 1,81 triliun (tumbuh 54%), terutama karena adanya peningkatan pembelian listrik dari pengguna industri di Cikarang dan Kendal.
Kemudian jasa & pemeliharaan (air, limbah, dan estate) tercatat tumbuh 5% menjadi Rp521,1 miliar sebagai hasil dari kenaikan permintaan di Kendal.
Sedangkan subsegmen dry port mengalami penurunan pendapatan sebesar 9% akibat berkurangnya volume kontainer yang ditangani.
Di sisi lain, pendapatan berulang dari Pilar Infrastruktur menyumbang 50% dari total pendapatan pada tahun 2025, atau meningkat dari posisi tahun 2024 yang tercatat sebesar 41%.
Pilar Leisure & Hospitality mencatatkan pendapatan sebesar Rp124,8 miliar pada tahun 2025 dibandingkan Rp129,1 miliar pada tahun 2024. Segmen golf tetap menjadi kontributor utama dengan pendapatan sebesar Rp82,5 miliar pada tahun 2025, atau sekitar 66% dari total pendapatan pilar ini.
Dari sisi profitabilitas, KIJA terpantau membukukan peningkatan laba kotor sebanyak 3% menjadi Rp 2,03 triliun, dibandingkan Rp 1,96 triliun pada tahun sebelumnya.
Margin laba kotor konsolidasian menurun menjadi 39% (dari 43% pada tahun 2024), terutama disebabkan oleh meningkatnya kontribusi pendapatan dari segmen Infrastruktur yang secara umum memiliki margin lebih rendah dibandingkan dengan Land Development & Property.
Dengan demikian, KIJA terpantau mampu mencetak laba bersih sebesar Rp 857,1 miliar pada 2025, meningkat dibandingkan Rp 770 miliar di tahun sebelumnya.
“Faktor utama dari peningkatan ini adalah kinerja keseluruhan Perusahaan yang lebih baik, kenaikan pendapatan bunga, dan penurunan beban lain-lain terutama pada berkurangnya rugi selisih kurs yang dari sebelumnya Rp205,7 miliar menjadi Rp120,9 miliar,” katanya.
Baca Juga: Avia Avian (AVIA) Optimistis Pendapatan Tumbuh 10% di Tengah Daya Beli Melemah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













