kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Garuda Percepat Transformasi Lewat Penguatan Produksi dan Fundamental


Sabtu, 29 November 2025 / 07:42 WIB
Garuda Percepat Transformasi Lewat Penguatan Produksi dan Fundamental
ILUSTRASI. Garuda Indonesia telah berhasil menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (12/11/2025)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Garuda Indonesia Group memacu momentum pemulihan kinerja pada 2025 di bawah manajemen baru melalui percepatan transformasi operasional, finansial, layanan, dan tata kelola. Dukungan penyertaan modal Danantara menjadi fondasi penguatan kapasitas produksi, kinerja komersial dan operasional, serta konsolidasi fundamental bisnis menuju pemulihan ekuitas positif.

Penyertaan modal yang disahkan dalam RUPS Luar Biasa 12 November 2025 menegaskan kembali peran Garuda sebagai flag carrier dan pilar konektivitas nasional. Dari total Rp23,67 triliun, Rp8,7 triliun dialokasikan untuk modal kerja dan pemeliharaan armada Garuda, sementara Rp14,9 triliun diberikan kepada Citilink untuk modal kerja dan penyelesaian kewajiban avtur 2019–2021.

Hingga November 2025, dukungan shareholder loan menjaga serviceability 13 pesawat Garuda dan memungkinkan Citilink mereaktivasi 9 pesawat sejak September. Per Oktober 2025, Garuda mengoperasikan 78 armada dengan 58 pesawat serviceable, sedangkan Citilink mengoperasikan 64 armada dengan 32 pesawat serviceable.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyatakan peningkatan kapasitas ini mencerminkan transformasi yang berjalan sesuai rencana dan penguatan momentum pemulihan. “Dengan terjaganya serviceability pesawat di Garuda maupun Citilink, momentum pemulihan terlihat semakin solid,” ujar Glenny dalam keterangannya, Jumat (28/11/2025).

Baca Juga: Garuda Indonesia Salurkan 63% Dana PMTHMETD ke Citilink untuk Restrukturisasi

Di tengah tren pemulihan industri aviasi, Garuda mempertahankan posisinya sebagai penghubung 38 destinasi domestik melalui 52 rute dan 15 destinasi internasional melalui 20 rute. Optimalisasi jaringan juga didorong kolaborasi strategis, termasuk 21 kerja sama codeshare dan 70 Special Prorate Agreements yang membuka akses ke 1.228 rute global.

Ekosistem loyalitas GarudaMiles terus berkembang dengan kenaikan anggota 16% YoY dan penambahan mitra 59% YoY. Kinerja ketepatan waktu (OTP) tetap terjaga dengan rata-rata 82,47% hingga Oktober 2025, termasuk rekor 98,39% pada Mei 2025. Garuda juga mempertahankan peringkat idBBB outlook stabil sebagai cerminan ketahanan finansial dan operasional.

Didukung Citilink, GMF AeroAsia, dan Asyst, Garuda terus memperkuat ekosistem penerbangan terintegrasi pasca restrukturisasi. Meski masih mencatat rugi, tren operasi, utilisasi armada, pendapatan, serta penurunan beban usaha menunjukkan pemulihan konsisten. 

Baca Juga: Strategi Dirut Baru Garuda Fokus Benahi Armada dan Efisiensi

Tekanan dari gap armada, kurs, harga avtur, dan biaya perawatan masih menjadi tantangan, namun efisiensi, produktivitas armada dan kru, serta optimalisasi pendapatan penumpang dan kargo menjaga fondasi bisnis tetap solid. Sinergi pemangku kepentingan turut memperkuat momentum pemulihan ini.

Pilar Transformasi 2025

Garuda Indonesia Group memprioritaskan sejumlah pilar strategis, mulai dari optimalisasi jaringan dan frekuensi berbasis profitabilitas, pengembangan segmen charter dan ancillary revenue, hingga peningkatan keterisian kursi melalui strategic pricing.

Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Oentoro, menegaskan bahwa transformasi 2025 tidak hanya mengejar penguatan alat produksi, tetapi juga memperkuat tata kelola dan kinerja berkelanjutan.

“Kinerja operasional harus sejalan dengan tata kelola yang kuat, disiplin finansial, akuntabilitas proses bisnis, dan value creation yang terukur bagi pengguna jasa dan investor,” ujarnya.

Ia menambahkan, fokus bisnis berbasis data yang lebih presisi akan membawa Garuda Indonesia Group menuju nilai tambah yang lebih tinggi, fondasi finansial yang lebih sehat, dan daya saing global yang semakin kuat.

Baca Juga: Danantara Targetkan Pesawat Grounded Garuda Indonesia Kembali Beroperasi Tahun Depan

Garuda Indonesia tengah memfinalisasi rencana inbreng aset GMF AeroAsia dan API sebagai bagian dari roadmap pemulihan ekuitas. Aksi ini akan memperkuat kelancaran operasional grup, meningkatkan likuiditas GMF, dan memperbaiki kondisi keuangan secara konsolidasi. 

Rencana tersebut selaras dengan aksi rights issue 124,27 miliar saham Seri B, di mana GMF akan menerima lahan seluas 972.123 m² senilai Rp5,66 triliun dari API. Transaksi ini diproyeksikan membalikkan ekuitas GMF dari minus US$248,99 juta menjadi positif US$102,87 juta.

Thomas menyatakan bahwa percepatan perbaikan ekuitas didukung oleh pengelolaan kinerja yang prudent dan sinergi grup yang semakin kuat. Setelah rights issue melalui GMF pada Oktober lalu, Garuda membuka peluang aksi korporasi lanjutan sesuai roadmap 2026, meski seluruh opsi masih dikaji bersama pemangku kepentingan.

Selanjutnya: Rasa Pedas Mercon Merah Putih Sampai Pasar Global

Menarik Dibaca: 4 Resep Kue Tradisional Gluten Free yang Enak dan Super Gampang, Wajib Dicoba

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×