kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Hadapi Tekanan Daya Beli, Begini Strategi Bisnis Mandom Indonesia (TCID) pada 2026


Selasa, 12 Mei 2026 / 18:10 WIB
Hadapi Tekanan Daya Beli, Begini Strategi Bisnis Mandom Indonesia (TCID) pada 2026
ILUSTRASI. PT Mandom Indonesia Tbk Mandom Indonesia, TCID, Gatsby (KONTAN/Panji Indra)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) berharap kinerja bisnis pada tahun 2026 tetap tumbuh meski dibayangi tekanan daya beli masyarakat dan ketidakpastian geopolitik global.

Corporate Secretary Mandom Indonesia Alia Dewi mengatakan, kondisi daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih masih memengaruhi penjualan domestik perusahaan pada awal tahun ini.

“Kami tetap berharap di tahun 2026 akan ada pertumbuhan kinerja walaupun tekanan daya beli masyarakat di pasar domestik dan kondisi geopolitik global ikut berpengaruh pada pencapaian kinerja,” ujar Alia kepada Kontan.co.id, Selasa (12/5).

Baca Juga: Martina Berto (MBTO) Kejar Target Penjualan Rp 500 miliar hingga Akhir 2026

Alia menjelaskan, berdasarkan capaian kinerja kuartal I-2026, penjualan domestik perusahaan belum mencatatkan pertumbuhan. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi konsumsi masyarakat yang masih tertahan.

Untuk diketahui, penjualan bersih TCID tercatat sebesar Rp 513,65 miliar per kuartal I-2026, atau lebih rendah dibandingkan RP 551,24 miliar di kuartal I-2025. 

Untuk penjualan lokal, angkanya terpantau mengalami penurunan 13,79%, dari Rp 390,65 miliar menjadi Rp 336,74 miliar. Sementara ekspor tercatat Rp 176,90 miliar atau naik15%. 

“Kami berharap ada perbaikan mulai di kuartal 2-2026,” katanya.

Di sisi lain, TCID juga menghadapi tantangan dari kenaikan harga bahan baku, terutama pada komponen kemasan plastik. Kondisi ini berkaitan erat dengan fluktuasi harga minyak dunia.

Sebagai langkah mitigasi, saat ini perusahaan terus berkoordinasi dengan mitra bisnis untuk bisa menjaga tingkat kenaikan harga. 

Untuk menjaga profitabilitas di tengah tantangan tersebut, Mandom Indonesia akan tetap fokus pada produk-produk fast moving dan melakukan pengawasan terhadap pergerakan biaya operasional.

Selain itu, perseroan juga melihat kanal penjualan digital atau e-commerce masih memiliki potensi pertumbuhan yang menjanjikan. 

Dalam beberapa tahun terakhir, kontribusi penjualan dari platform e-commerce terus meningkat meski porsinya terhadap total penjualan masih relatif kecil.

“Ini menjadi saluran penjualan yang cukup potensial untuk dikembangkan dan bagi kami juga menjadi salah satu fokus kebijakan pengembangan,” jelasnya.

Terkait target kinerja tahun ini, Alia belum bisa merinci proyeksi yang dibidik perusahaan. Namun, TCID berharap momentum pertumbuhan tetap dapat terjaga hingga akhir tahun.

Dari sisi investasi, Mandom Indonesia memperkirakan belanja modal atau capex tahun ini tidak akan jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. TCID juga belum memiliki rencana investasi besar pada 2026.

Baca Juga: Kemenhub Beberkan Langkah Percepatan Menuju Mandatori Bioavtur 1% Tahun 2027

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×