kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45866,25   0,74   0.09%
  • EMAS918.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.32%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Harga bahan baku alas kaki naik di awal tahun, ini faktor penyebabnya


Kamis, 25 Februari 2021 / 20:39 WIB
Harga bahan baku alas kaki naik di awal tahun, ini faktor penyebabnya
ILUSTRASI. Pekerja memproduksi sepatu untuk diekspor di Tangerang, Banten. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp.

Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri alas kaki merasakan kenaikan rata-rata harga bahan baku hingga 8% pada dua bulan terakhir ini. Faktor yang membuat harga bahan baku alas kaki naik selain fluktuasi minyak mentah juga dibarengi dengan sulitnya kontainer. 

Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menilai masalah kontainer ini berujung pada jadwal kedatangan yang terlambat, biaya pengapalan yang tinggi juga menambah beban untuk biaya produksi. 

Aprisindo khawatir, masalah ini bisa mengganggu output produksi bila terus berlanjut. Adapun naiknya harga minyak mentah otomatis berpengaruh pada harga beberapa bahan baku hulu yang berbahan dasar kimia. 

Wakil Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Budiarto Tjandra menjelaskan saat ini terjadi  kenaikan harga bahan baku alas kaki terutama yang banyak menggunakan kimia cukup signifikan seperti untuk bagian bottom, outsole dan midsole. Sebagai informasi, saat ini kebutuhan bahan baku alas kaki masih 40% diimpor dari luar negeri. 

Baca Juga: SNS Sneakers ramaikan pasar sepatu kets dalam negeri

"Tidak semua bahan baku naik, tapi ada yang naik tinggi dan ada yang kenaikannya lebih rendah, rata-rata  diperkirakan sekitar 7%-8% pada dua bulan terakhir ini," jelasnya kepada Kontan.co.id, Kamis (25/2). 

Budiarto menjelaskan, dampak bahan baku yang harganya naik ke cost of goods sold (COGS) alias harga pokok penjualan tergantung karakteristik produk atau model alas kakinya. Maka dari itu, Budiarto mengakui agak sulit mencari data yang akurat. 

"Namun, perkiraannya sekitar 2% sampai 5 % dampaknya ke COGS. Namun industri alas kaki ini price sensitive industry  jadi kenaikan sedikit itu juga cukup berat untuk pelaku industri," kata Budiarto. 

Mengenai dampak ke harga jual, Budiarto bilang, biasanya harga alas kaki di pasaran susah untuk disesuaikan, walaupun ada kenaikan biaya namun karena ada faktor sensitifitas biaya, akibatnya margin pelaku industri yang akan tergerus. Terkadang, adanya penyesuaian harga di pasaran bisa berdampak ke penjualan. 

Selanjutnya: Berawal Jualan Sepatu di Pasar Hingga Sukses Bangun Pabrikan Skala Besar

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Rahasia Banjir Order dari Digital Marketing Sukses Berkomunikasi: Mempengaruhi Orang Lain Batch 3

[X]
×