kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Harga Gas Mahal, Produsen Gelas Kaca Akui Sulit Kerek Harga Produk


Selasa, 07 Januari 2025 / 09:02 WIB
Harga Gas Mahal, Produsen Gelas Kaca Akui Sulit Kerek Harga Produk
ILUSTRASI. Aktivitas pekerja pada fasilitas gas PGN. Kebijakan kenaikan harga gas dinilai memberatkan produsen gelas kaca di tengah belum adanya kepastian nasib Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT).


Reporter: Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Produsen Gelas Kaca Indonesia (APGI) mengaku telah mendapatkan surat pemberitahuan tentang kebijakan Harga Gas Regasifikasi sebesar US$ 16,67 per MMBTU dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

Kebijakan ini dinilai memberatkan produsen gelas kaca di tengah belum adanya kepastian nasib Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT).

Asal tahu saja, penerapan harga gas regasifikasi berlaku dari 1 Januari sampai 31 Maret 2025. Tingginya harga gas komersial tersebut dinilai memberatkan produsen gelas kaca. Ini mengingat biaya komponen gas dalam industri tersebut mencapai 25% - 30% dari total biaya produksi. 

Baca Juga: Penyerapan Gas Murah Industri Tak Maksimal

"Dengan naiknya harga gas lebih dari dua kali lipat dibandingkan HGBT, perhitungan kami biaya gas akan memakan sekitar 40% - 50% dari total biaya produksi," ungkap Ketua APGI Henry T. Susanto, Senin (6/1).

Sayangnya, kenaikan harga gas ini terjadi di tengah tren penurunan daya beli masyarakat dan maraknya PHK karyawan dalam beberapa waktu terakhir. Alhasil, sulit bagi produsen gelas kaca untuk menaikkan harga jual produk di pasar.

"Akibatnya, kenaikan harga gas ini harus diserap oleh pabrik yang kemudian akan menggerus habis keuntungan dan bahkan banyak pabrik yang akan merugi," imbuh dia.

Baca Juga: Program Harga Gas Murah Berlanjut Meski Realisasi Penyerapan Gas Belum Optimal

Lantas, APGI mendesak pemerintah untuk segera melanjutkan program HGBT dan menerapkan program tersebut dengan benar, sehingga manfaat dan keuntungannya bisa dirasakan dan dilihat secara jelas.

HGBT pun diharapkan bisa jadi pemicu pertumbuhan industri manufaktur nasional, termasuk gelas kaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×