kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Harga kedelai dan jagung naik setelah China menahan suku bunga


Senin, 13 Desember 2010 / 14:13 WIB
ILUSTRASI. Pantai Anyer, Serang


Reporter: Dyah Megasari,

TOKYO. Harga kedelai dan jagung kembali naik setelah China menahan diri menaikan suku bunga. Selain itu, tingkat optimisme terhadap pemulihan ekonomi di Amerika Serikat (AS) juga mendorong harga kedua komoditas ini naik.

Harga kedelai misalnya untuk pengiriman Januari naik 1% menjadi US$ 12,8575 per bushel di Chicago Board of Trade dan berada di US$ 12,84 pada pukul 3 waktu Tokyo. Harga sebelumnya, sempat menyentuh tingkat terendah sejak 1 Desember yaitu US$ 12,57.

China tak akan menaikan suku bunga karena akan memicu aliran dana dari luar negeri dan memperburuk inflasi. "Harga komoditas sangat dipengaruhi oleh spekulasi pasar terhadap kenaikan suku bunga dan inflasi," ujar Hiroyuki Kikukawa, General Manajer IDO Securities di Tokyo. Apalagi, saat ini China masih menjadi negara mengimpor kedelai terbesar di dunia.

Dibanding bulan sebelumnya impor kedelai China rally sebanyak 47% menjadi 5,48 juta ton metrik pada bulan November yang merupakan kenaikan tertinggi selama lima bulan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×