kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.168.000   165.000   5,49%
  • USD/IDR 16.776   42,00   0,25%
  • IDX 8.232   -88,35   -1,06%
  • KOMPAS100 1.139   -9,43   -0,82%
  • LQ45 813   0,48   0,06%
  • ISSI 296   -9,48   -3,11%
  • IDX30 422   3,70   0,88%
  • IDXHIDIV20 501   7,26   1,47%
  • IDX80 126   -0,89   -0,70%
  • IDXV30 136   -1,76   -1,27%
  • IDXQ30 136   1,46   1,09%

HKI Undang Perusahaan Global Bentuk JV untuk Bangun Industri Semikonduktor


Kamis, 29 Januari 2026 / 19:23 WIB
HKI Undang Perusahaan Global Bentuk JV untuk Bangun Industri Semikonduktor
ILUSTRASI. Ketua Umum HKI Akhmad Ma’ruf Maulana (DOK/HKI)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Upaya pemerintah mengembangkan ekosistem industri semikonduktor membawa berkah bagi pengembang kawasan industri. Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) memetakan potensi investasi dari perusahaan global untuk mendirikan fasilitas produksi semikonduktor di dalam negeri.

Ketua Umum HKI Akhmad Ma’ruf Maulana memandang  industri semikonduktor sebagai sektor prioritas untuk mendukung industri berbasis teknologi tinggi. Tak hanya  mendirikan pabrik di kawasan industri Indonesia, HKI mengundang perusahaan global untuk membentuk perusahaan patungan atau Joint Venture (JV) bersama perusahaan lokal dalam pengembangan ekosistem semikonduktor. 

"Skema ini dirancang agar investasi yang masuk tidak berhenti pada pembangunan fasilitas produksi, tetapi juga mendorong percepatan transfer teknologi, penguatan rantai pasok dalam negeri, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia,” kata Ma’ruf saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga: Permintaan Lahan dari Investor China Naik Pesat, Begini Respon HKI

Ma’ruf mengungkapkan ketertarikan sejumlah investor global untuk membangun pabrik semikonduktor seperti di Batam dan Jawa Tengah. Investor semikonduktor tersebut antara lain berasal dari Amerika Serikat (AS), Jerman, Taiwan dan China.

"Dari Amerika sudah mulai pembangunan tahun ini. Taiwan lagi penjajakan negosiasi. China sudah berjalan pembangunan. Secara umum rata-rata kawasan industri ekpansi perluasan, untuk semikonduktor kami sedang fokus mengundang mereka untuk JV di Indonesia," terang Ma'ruf.

Namun, Ma'ruf memberikan catatan bahwa HKI menyoroti terkait lambatnya proses perizinan yang bisa menghambat realisasi investasi dan pembangunan fisik pabrik. Hambatan ini sempat dialami oleh perusahaan asal China. "Kondisi ini menjadi perhatian serius karena dapat menghambat momentum strategis pengembangan industri teknologi tinggi di Indonesia," tegas Ma'ruf.

Baca Juga: HKI Usul Bentuk Tim Percepatan Kawasan Industri untuk Mengurai Hambatan Investasi

Lebih lanjut, Ma’ruf menjelaskan bahwa rencana investasi semikonduktor dari Taiwan dan China memiliki karakteristik berbeda dengan konsorsium AS – Jerman yang saat ini membangun pabrik semikonduktor di Batam. Perbedaan tersebut mencakup struktur konsorsium, pendekatan teknologi, serta orientasi pasar.

Terkait kesiapan lokasi, HKI mengungkapkan sejumlah kawasan industri strategis yang dinilai kompetitif untuk pengembangan industri semikonduktor. Antara lain Kawasan Industri Batamindo di Batam, Kawasan Industri Wiraraja, Kawasan Industri Kabil, serta kawasan Galang Batang di Bintan. 

“Pengembangan industri semikonduktor melalui pembentukan JV di kawasan industri Indonesia merupakan langkah strategis. Ini akan menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja berkeahlian tinggi, memperdalam hilirisasi industri, dan memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri teknologi global,” tandas Ma’ruf.

Indonesia Semiconductor Summit 2026

Pemerintah menggandeng pelaku industri dan akademisi untuk memacu pengembangan ekosistem industri semikonduktor. Salah satu upaya memetakan tantangan dan peluang industri semikonduktor nasional dilakukan melalui Indonesia Semiconductor Summit (ISS) 2026 yang berlangsung di ITB Innovation Park, Bandung, pada Kamis (29/1/2026).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa Kementerian Perindustrian telah menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan ekosistem semikonduktor. Roadmap tersebut memetakan target jangka pendek (2 - 3 tahun), jangka menengah (4 -5 tahun) dan jangka panjang (6 - 10 tahun).

Baca Juga: HKI Ungkap Capaian dan Tantangan Kawasan Industri 2025 serta Peluang pada 2026

Roadmap ini mencakup penguatan empat pilar utama, yakni: material, desain, fabrikasi atau front end, serta Assembly, Testing and Packaging (ATP) atau back end. "Pendekatan ini dilakukan secara bertahap dan realistis, yang didukung oleh pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia), riset dan inovasi, infrastruktur, serta kebijakan industri yang kondusif," terang Agus dalam ISS 2026.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno mengingatkan bahwa semikonduktor menjadi salah satu faktor penting dalam geopolitik dunia saat ini. Dus, semikonduktor menjadi strategis untuk mencapai kemandirian industri dan teknologi maupun persaingan geopolitik dunia.

"Step by step, minimal dari sisi desain kita sudah bisa membuat sendiri, juga bisa digunakan secara nasional, harapannya bisa ekspor juga. Langkah berikutnya mencari aliansi, sehingga bisa mendukung industri Indonesia," ujar Arif.

Baca Juga: HKI dan Bappenas Perkuat Sinergi, Bahas Perencanaan PSN Berbasis Kawasan Industri

Ketua Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC) Trio Adiono mengatakan bahwa saat ini tidak ada satu negara pun yang bisa berdiri sendiri untuk mengembangkan industri semikonduktor. Trio bilang, Indonesia memiliki tiga kekuatan dalam ekosistem industri semikonduktor.

"Indonesia bisa berintegrasi dengan global value chain. Di hulu, kita punya material yang diperlukan. SDM, dan market yang besar, tetapi belum kita kuasai. Jadi Indonesia punya potensi, minimal produk yang kita buat itu dipakai di market sendiri," kata Trio.

Saat ini, Indonesia baru memiliki dua perusahaan yang masuk ke dalam global value chain. Produsen tersebut memiliki fasilitas perakitan dan pengujian semikonduktor, serta desain Integrated Circuit (IC).

Menurut Trio, idealnya ada sekitar 200 perusahaan agar secara kapasitas Indonesia bisa terintegrasi dengan global value chain ekosistem industri semikonduktor. Sesuai dengan roadmap, Trio berharap kapasitas dan produsen semikonduktor Indonesia bisa meningkat pesat dalam tiga tahun ke depan.

Baca Juga: HKI Teken Dua MoU, Kawasan Industri Menyambut Peluang Kerjasama Indonesia - Rusia

Selanjutnya: Demam Safe Haven Global, Citigroup Proyeksikan Harga Perak Akan Tembus Segini

Menarik Dibaca: 7 Tips Membuat Smoothie yang Aman untuk Gula Darah, Coba yuk!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×