Reporter: Leni Wandira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penggunaan biodiesel di sektor maritim menghadirkan tantangan baru bagi pelaku industri pelayaran. Penyimpanan biodiesel dalam jangka waktu lama berpotensi menurunkan kualitas bahan bakar, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kinerja mesin kapal serta meningkatkan kebutuhan perawatan.
Biodiesel yang disimpan terlalu lama dapat mengalami oksidasi, peningkatan kandungan air, pertumbuhan mikroba, hingga pembentukan endapan. Kondisi tersebut berisiko menyumbat filter bahan bakar dan meninggalkan deposit pada injektor sehingga berpotensi mengganggu operasional kapal.
Head of Business Development Biochem PT Prasetia Dwidharma Ismy Agustin mengatakan, kualitas bahan bakar menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keandalan operasional armada di sektor maritim. Menurutnya, penurunan kualitas biodiesel dapat berdampak pada sistem bahan bakar maupun performa mesin diesel.
Baca Juga: Selat Hormuz Ditutup Lagi, Biaya Transportasi hingga Biaya Produksi Bisa Terkerek
"Dalam industri maritim, bahan bakar merupakan salah satu komponen penting yang menentukan keandalan operasional. Biodiesel yang mengalami penurunan kualitas dapat memengaruhi sistem bahan bakar dan performa mesin. Melalui Imagina, kami menghadirkan solusi untuk membantu pelaku industri menjaga kualitas biodiesel serta mendukung operasional armada yang lebih andal, efisien, dan berkelanjutan," ujar Ismy dalam keterangan resmi, Minggu (19/7/2026).
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Biochem by Prasetia memperkenalkan aditif biodiesel berbahan dasar minyak atsiri yang diklaim mampu membantu menjaga kualitas biodiesel selama penyimpanan. Produk tersebut dirancang untuk mengendalikan kandungan air, menekan risiko pertumbuhan mikroba, serta mengurangi pembentukan endapan pada sistem bahan bakar.
Perusahaan menyebut efektivitas aditif tersebut telah melalui uji lapangan selama lebih dari 45.000 jam pada berbagai alat berat dan generator. Selain itu, pengujian juga dilakukan oleh laboratorium independen LEMIGAS dan SOS Trakindo.
Biochem by Prasetia akan memperkenalkan teknologi tersebut pada ajang INAMARINE 2026 yang berlangsung pada 28–30 Juli 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Perusahaan menilai forum tersebut menjadi kesempatan untuk berdiskusi dengan pelaku industri pelayaran, pelabuhan, dan sektor lepas pantai mengenai pengelolaan kualitas biodiesel dalam mendukung keandalan operasional armada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
