kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.142   28,00   0,16%
  • IDX 7.493   34,24   0,46%
  • KOMPAS100 1.036   6,95   0,67%
  • LQ45 746   -0,65   -0,09%
  • ISSI 271   2,08   0,77%
  • IDX30 400   -0,73   -0,18%
  • IDXHIDIV20 486   -4,36   -0,89%
  • IDX80 116   0,49   0,43%
  • IDXV30 135   -0,15   -0,11%
  • IDXQ30 128   -1,20   -0,93%

Ingin bikin alat konversi, Motonic rayu Menperin


Kamis, 09 Februari 2012 / 19:46 WIB
ILUSTRASI. AstraZeneca COVID-19. Gareth Fuller/PA Wire/Pool via REUTERS


Reporter: Sofyan Nur Hidayat | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Motonic Corporation, produsen alat konversi bahan bakar gas (BBG) asal Korea Selatan, ingin terlibat dalam program produksialat konversi di Indonesia. Perusahaan ini ingin mencari mitra perusahaan lokal yang mau bekerjasama membuat alat konversi.

Anshari Bukhari, Sekjen Kementerian Perindustrian bilang, manajemen Motonic telah menemui Menteri Perindustrian MS Hidayat, untuk menindaklanjuti pertemuan di Korea Selatan, Januari lalu. "Sebelumnya mereka sudah presentasi di Korea Selatan, dan sekarang ingin menindaklanjutinya," kata Anshari usai bertemu manajemen Motonic, di Jakarta, Kamis (9/2).

Sebelumnya, Menteri Perindustrian sudah mengunjungi industri produsen alat konversi di Italia dan Korea Selatan. Pada kesempatan itu, Menperin juga melakukan kerjasama teknologi dengan produsen alat konversi Landi Renzo, dari Italia dan Dymco dari Korea Selatan.

Sementara dari Indonesia, perusahaan yang disiapkan untuk memproduksi konverter kit adalah PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad dan PT Wijaya Karya Tbk. Sementara itu, kedatangan Motonic diharapkan Anshari bisa bekerjasama business to business dengan perusahaan lokal di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×