Reporter: Zendy Pradana | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT IPC Terminal Petikemas mencatat kinerja operasional yang tetap solid pada kuartal I-2026.
Perseroan membukukan total throughput sebesar 850.768 TEUs, tumbuh 0,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 843.187 TEUs.
Corporate Secretary IPC TPK Pramestie Wulandary mengatakan, capaian ini mencerminkan resiliensi operasional perusahaan di tengah dinamika logistik selama momentum Idul Fitri, termasuk adanya pembatasan angkutan barang guna mendukung kelancaran arus mudik nasional.
Baca Juga: Penjualan Mobil China Melesat, Dominasi Merek Jepang di Indonesia Mulai Terkikis?
Menurutnya, kinerja tersebut tidak lepas dari langkah antisipatif perusahaan dalam mengoptimalkan operasional secara terukur, baik sebelum maupun setelah periode pembatasan logistik.
“IPC TPK telah mengoptimalkan aktivitas bongkar muat menjelang periode pembatasan, serta memastikan percepatan arus barang setelah pembatasan berakhir. Strategi ini memungkinkan kami menjaga kelancaran distribusi sekaligus meminimalkan potensi penumpukan di terminal,” ujar Pramestie dalam keterangan tertulis, Kamis (16/4/2026).
Secara bulanan, arus bongkar muat pada Maret 2026 tercatat sebesar 250.352 TEUs, turun sekitar 14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 290.923 TEUs.
Meski demikian, segmen domestik justru menunjukkan kinerja positif. Volume peti kemas domestik tumbuh 3,5% dari 623.532 TEUs pada Maret 2025 menjadi 645.084 TEUs pada Maret 2026.
Baca Juga: Harga Solar Industri Naik, Biaya Operasional Tambang Terancam Membengkak
Peningkatan ini mencerminkan tetap terjaganya aktivitas distribusi dalam negeri serta konsumsi domestik selama Ramadan dan Idul Fitri.
Sebaliknya, arus peti kemas internasional mengalami penurunan sebesar 6,4%, dari 219.655 TEUs menjadi 205.684 TEUs.
Penurunan ini dipengaruhi oleh penyesuaian jadwal pelayaran global serta dinamika distribusi barang lintas negara.
Dari sisi wilayah operasional, pertumbuhan throughput tercatat merata di sejumlah area strategis. Area Tanjung Priok tumbuh 1%, Pontianak 1,6%, Panjang 2%, serta Teluk Bayur mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 5,3%.
“Momentum Idul Fitri menjadi peluang bagi kami untuk memperkuat sistem operasional yang adaptif dan terintegrasi. Ke depan, IPC TPK akan terus memperkuat kolaborasi dan perencanaan berbasis data guna memastikan kelancaran logistik nasional serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tambah Pramestie.
Baca Juga: Harga Semen dan Baja Naik, Industri Properti Hadapi Tekanan Biaya Konstruksi
IPC TPK juga memastikan adanya sinkronisasi operasional dengan kebijakan nasional terkait pengaturan angkutan barang selama periode Idul Fitri.
Koordinasi intensif dilakukan bersama regulator dan pemangku kepentingan untuk menjaga keseimbangan antara kelancaran logistik dan mobilitas masyarakat.
Selain itu, seluruh terminal IPC TPK tetap beroperasi 24 jam setiap hari. Kesiapan ini menjadi faktor penting dalam menjaga keandalan layanan serta memastikan arus logistik nasional tetap berjalan optimal, meskipun di tengah tekanan operasional yang meningkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













