kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

IPI: Jangan politisi audit Petral


Selasa, 10 November 2015 / 11:25 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo mencurigai ada politisasi hasil audit investigatif terhadap Pertamina Energy Trading Limited (Petral-PES), anak usaha dari PT Pertamina (Persero). Politisasi itu menurut Karyono ingin menyudutkan pihak tertentu.

Sebab, menurut pengakuan Menteri ESDM, Sudirman Said ada pihak ketiga yang bukan manajemen Petral, bukan Pertamina, bukan pemerintah, sangat berpengaruh ikut campur terlibat dalam perdagangan minyak mentah dan BBM. Pihak ketiga itu juga membuat pelaku usaha dalam bidang tersebut mengikuti permainan yang tidak transparan.

"Menteri ESDM jangan politis menyampaikan audit Petral-PES. Kalau mau ungkap sebaiknya jangan setengah-setengah dan harus total. Tidak mungkin tidak ada pejabat-pejabat baik di Pertamina maupun di Pemerintah yang tidak terlibat," ujar Karyono Wibowo, Senin (9/11).

Apalagi, kata Karyono, audit Petral-PES menggunakan jasa Auditor dari Luar Indonesia yang tidak kredibel seperti Kormandentha, tidak termasuk dalam auditor big five. "Petral-PES inikan masih ada uang negara. Padahal kita juga punya Auditor Negara seperti BPK," kata dia menjelaskan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×