kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Kontrak PKP2B generasi I belum diperpanjang, bagaimana dampaknya?


Selasa, 21 Januari 2020 / 20:59 WIB
ILUSTRASI. Nasib Perjanjian Karya Pertambangan Batubara (PKP2B) generasi pertama akan berakhir. REUTERS/Willy Kurniawan


Reporter: Dimas Andi | Editor: Handoyo

“Kalau perpanjangan kontrak PKP2B generasi pertama dipersulit, ekspor batubara Indonesia bisa terganggu. Ini bisa berpengaruh ke hasil CAD,” ungkap Hendra, hari ini.

Pertumbuhan ekonomi dalam negeri juga bisa terganggu jika masalah perpanjangan kontrak PKP2B generasi pertama tak kunjung kelar. Apalagi, beberapa daerah yang menjadi lokasi tambang PKP2B cukup bergantung pada industri batubara dalam mendongkrak perekonomian.

Misalnya Kalimantan Timur yang cukup banyak dihuni oleh pemegang PKP2B. “Dulu waktu harga batubara sedang rendah-rendahnya, pertumbuhan ekonomi di provinsi tersebut minus,” terang dia.

Baca Juga: Selain Bermain di Hulu, Mind Id Menggarap Hilirisasi

Wilayah tambang yang habis masa kontraknya pun bisa mendatangkan masalah apabila tidak segera diambilalih oleh investor lain ataupun dikelola dengan baik oleh pemerintah.

Ambil contoh pada tambang Tanito Harum yang sudah tak beroperasi usai kontraknya berakhir di tahun lalu. “Sekarang lahan tambangnya seperti ladang tak bertuan. Bahkan, mulai muncul penambang-penambang liar di sana,” ungkap Hendra.   

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×