Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) mencatat kinerja keuangan yang solid pada kuartal pertama tahun 2026, dengan pertumbuhan pendapatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan siaran pers yang diterima pada Senin (4/5/2026), OMED membukukan penjualan bersih sebesar Rp 572,2 miliar pada kuartal I-2026, meningkat 31,1% secara tahunan dibandingkan Rp 436,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan volume penjualan sebesar 54,1% secara year on year (yoy) menjadi 941,9 juta unit. Kenaikan volume ini juga sejalan dengan meningkatnya belanja pemerintah di sektor kesehatan pada awal tahun 2026, yang turut mendorong permintaan alat kesehatan di pasar domestik.
Baca Juga: Peternak Ayam Desak Implementasi Pembelian Bungkil Kedelai Lewat Berdikari Ditunda
“Di tengah pertumbuhan volume yang signifikan, rata-rata harga jual (ASP) pada beberapa segmen mengalami penyesuaian, terutama pada produk dengan volume tinggi, sebagai bagian dari strategi Perseroan dalam memperluas penetrasi pasar,” ungkap Direktur Marketing & Sales OMED, Louis Hartanto, dalam keterangannya, Senin (4/5).
Jika diperinci, kinerja OMED pada kuartal ini didukung oleh beberapa segmen utama:
1. Barang Medis Habis Pakai (BMHP) mencatat pertumbuhan volume yang signifikan sebesar 83,2% YoY dan penyesuaian ASP, dengan total penjualan meningkat 22,6% YoY. 2. Segmen perawatan luka tumbuh 19,9% YoY
3. Segmen antiseptik dan cairan dialisis tumbuh 12,6% YoY,
4. Segmen diagnostik dan peralatan medis tumbuh 68,6% YoY
5. Segmen bioteknologi dan laboratorium tumbuh 199,7% YoY,
6. Segmen alat bantu jalan dan rehabilitasi tumbuh 18,3% YoY
7. Segmen furnitur rumah sakit turun 54,3% YoY sejalan dengan dinamika permintaan.
Baca Juga: HIMKI: Produksi Kayu Olahan Turun 20% pada Kuartal I-2026
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, profitabilitas perusahaan juga menunjukkan peningkatan yang solid di seluruh lini. Laba bruto meningkat 40,2% secara yoy menjadi Rp 205,9 miliar, dengan margin laba bruto naik menjadi 36,0% dibandingkan 33,7% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan ini diikuti oleh kinerja operasional yang kuat, tercermin dari kenaikan margin EBITDA menjadi 23,0%. OMED juga membukukan laba usaha sebesar Rp 112 miliar, meningkat 67,8% yoy, didorong oleh leverage operasional dari pertumbuhan volume.
Pada akhirnya, laba tahun berjalan tercatat mencapai Rp 99 miliar, tumbuh 35,4% dibandingkan Rp 73,1 miliar pada kuartal I-2025, dengan margin laba bersih yang tetap terjaga di level 17,3%, mencerminkan kualitas pertumbuhan yang semakin solid.
Memasuki sisa tahun 2026, OMED tetap optimis terhadap prospek pertumbuhan di tengah dinamika geopolitik global yang sedang terjadi, dengan tetap berfokus pada peningkatan volume, penguatan distribusi, serta pengembangan produk bernilai tambah lebih tinggi.
“Perusahaan ini akan terus menyeimbangkan antara pertumbuhan volume dan profitabilitas melalui optimalisasi bauran produk, pengembangan produk, efisiensi operasional, serta ekspansi pasar domestik dan ekspor secara selektif,” tandas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













