kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45874,12   -12,06   -1.36%
  • EMAS1.329.000 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Menilik Jurus Hippindo Atasi Ketidakpastian Ekonomi Global


Kamis, 18 April 2024 / 21:37 WIB
Menilik Jurus Hippindo Atasi Ketidakpastian Ekonomi Global
ILUSTRASI. HIPPINDO tengah fokus menggenjot kinerja perdagangan domestik atau dalam negeri.


Reporter: Leni Wandira | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) tengah fokus menggenjot kinerja perdagangan domestik atau dalam negeri. 

Hal itu ditegaskan oleh Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah merespons proyeksi perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang diramalkan oleh Bank Dunia.

Kata dia, bank dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi global akan melambat di tahun ini. Pertumbuhan ekonomi di 2024 diproyeksikan sebesar 2,4 persen, turun dari 2,9 persen pada 2023.

Baca Juga: Hippindo: Tarif Sewa Mal di Jabodetabek Bakal Naik 5%-10% pada Tahun 2024

"Kami melihat global sedang dalam kondisi tidak baik saja, kami harapkan kita fokus mengamankan perdagangan dalam negeri," ujar Budihardjo dalam sambutannya di acara Pengukuhan Pengukuhan Pengurus DPP Hippindo dan Halal Bi Halal di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (18/4).

Adapun saat ini, Hippindo memiliki 80.000 anggota yang terdiri dari berbagai sektor, mulai dari supermarket, fashion, departemen store, hingga restoran.

"Kami akan memastikan bahwa perdagangan dalam negeri dapat membantu pemerintah dalam menekan inflasi serta menjaga Harga Eceran Tertinggi (HET). Kami juga akan memastikan agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap tercapai," ungkapnya.

Baca Juga: Kenaikan Tarif Sewa Pusat Perbelanjaan Tak Menurunkan Tingkat Okupansi Mal

Budi juga menyoroti ikhwal sektor retail memiliki kontribusi besar bagi perekonomian, terutama untuk menggenjot perdagangan domestik. Kata dia, sektor ini menyumbang 52 persen untuk pertumbuhan ekonomi.

Maka itu, pihaknya akan terus menggelorakan gerakan Belanja di Indonesia Aja membantu pemerintah dalam menekan inflasi.

"Apalagi sektor retail adalah sektor yang punya kontribusi besar sebagai salah satu tulang punggung 52 persen untuk perdagangan dalam negeri. Jadi pentingnya regulasi yang tepat untuk sektor retail dan perdagangan di dalam negeri," ungkapnya.

 
 
 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×