kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Okupansi hotel di akhir 2016 bisa 80%


Jumat, 18 November 2016 / 22:30 WIB


Reporter: Wahyu Satriani | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Libur akhir tahun dan tahun baru di depan mata. Salah satu bisnis yang meraup berkah pada momen tersebut adalah perhotelan. 

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi B Sukamdani optimistis tingkat okupansi akan naik 10% pada momen libur akhir tahun ini dibandingkan tahun lalu.

Tingkat okupansi kamar hotel selama pekan liburan 25 Desember-2 Januari tahun lalu berkisar 70%-75%. Diperkirakan, tingkat okupansi pada pekan libur Natal dan Tahun Baru tahun ini akan naik ke kisaran 80%.

"Tren belanja ritel mulai menunjukkan pemulihan sehingga tingkat kunjungan ke hotel juga akan mengikuti mengalami kenaikan," ujar Hariyadi kepada KONTAN, Jumat (18/11).

Menurut dia, hotel yang akan mengalami tingkat okupansi tinggi berada di kota-kota besar. Seperti hotel di kawasan Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Semarang dan Bali. "Daerah dengan traffic dan tingkat perlintasan masyarakat yang tinggi akan diserbu tamu," kata dia.

Kenaikan okupansi juga disebabkan oleh ramainya acara menyambut malam Natal dan Tahun Baru yang digelar oleh hotel untuk menarik minat tamu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×