kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pasca lebaran, harga kebutuhan pokok masih tinggi


Senin, 11 Juli 2016 / 00:12 WIB


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Harga kebutuhan pokok tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda akan mengalami penurunan pasca lebaran tahun ini. Padahal pemerintah telah melakukan segala upaya, termasuk operasi pasar, dan menekan para pedagang dan pengusaha penggemukan sapi untuk menjual harga bahan kebutuhan pokok dengan harga murah.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam sepekan terakhir menjelang lebaran juga giat melakukan kunjungan pasar untuk memastikan harga di pasaran sesuai dengan keinginan pemerintah.

Namun upaya tersebut ternyata tidak membuahkan hasil yang memuaskan. Harga kebutuhan pokok di pasaran tetap saja tinggi. Pemerintah dapat dikatakan gagal menekan harga pangan selama bulan ramadan dan saat lebaran tahun ini. Bahkan setelah lebaran pun, sejumlah harga kebutuhan pokok bertahan tinggi, malah beberapa mengalami kenaikan.

Berdasarkan hasil pantauan dan data Info Pangan Jakarta per 10 Juli 2016 harga sejumlah kebutuhan pokok melambung tinggi. Harga bawang merah menyentuh Rp 70.000 per kilogram (kg) di Pasar Minggu, dan rata-rata Rp 47.048 per kg di DKI.

Demikian juga harga bawang putih mencapai Rp 50.000 per kg dan rata-rata Rp 40.262 per kg. Harga daging sapi mencapai Rp 160.000 per kg dan rata-rata Rp 129.868 per kg dan harga cabai keriting mencapai Rp 65.000 per kg dan rata-rata Rp 39.024 per kg.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×