kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.677.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.824   -18,00   -0,10%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Pasokan gas domestik terancam defisit di tahun 2023, ini penjelasannya


Selasa, 19 Mei 2020 / 16:17 WIB
ILUSTRASI. Pengecekan aliran gas bumi di Rusun


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci Perwitasari

Masih dari sisi permintaan pasokan gas, menurut anggota Komite Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas Jugi Prajogio, saat ini terjadi penurunan demand sebagai imbas dari pandemi virus corona (Covid-19).

Jugi membeberkan, dari sisi kelistrikan misalnya, permintaan PT PLN (Persero) turun antara 20%-70% saat masa pandemi ini. Sementara itu, demand industri terhadap gas pipa juga turun hingga 70% dan terhadap gas jenis CNG turun sampai 50%.

Sedangkan untuk segmen hotel, restoran dan kafe, permintaan gas juga anjlok sampai 70%. "Dampak covid-19, demand gas turun, saya cek dari beberapa transporter utama, gas yang diangkut turun," ungkapnya.

Baca Juga: Ini strategi Dirut baru PGN jual harga gas murah tapi laba meningkat

Jugi berharap, setelah masa pandemi Covid-19 usai, demand gas akan kembali tumbuh normal sehingga pengangkutan gas bisa lebih efisien. Meski dalam kondisi pandemi, tapi Juga menyebut bahwa pembangunan infrastruktur gas tetap bisa dilanjutkan, khususnya yang terkait dengan jaringan gas rumah tangga (jargas).




TERBARU

[X]
×