kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Pelindo III siapkan Rp 4,5 T untuk Teluk Lamong


Sabtu, 23 Mei 2015 / 12:12 WIB
Pelindo III siapkan Rp 4,5 T untuk Teluk Lamong
ILUSTRASI. Pasokan Perkantoran: Gedung-gedung perkantoran di Kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa (5/12/2023). pada Kuartal III-2023, total pasokan perkantoran di Jakarta mencapai 11,6 juta meter persegi. Dari jumlah itu, ruang perkantoran tersebar di Jakarta CBD sebanyak 64 persen, dan Jakarta OCBD sejumlah 36 persen. KONTAN/Baihaki/5/12/2023


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

SURABAYA. PT Pelindo III mengalokasikan dana investasi sebesar Rp 4,5 triliun untuk pengurukan Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) dan pembangunan terminal Teluk Lamong. 

Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto menuturkan, dana tersebut selain dari internal perseroan juga dari pinjaman modal. Sebagian dari pinjaman diperoleh dari pinjaman global senilai 500 juta dollar AS dari Bank Dunia.

"Kami BUMN keempat yang dipercaya dunia internasional untuk memperoleh pinjaman global," katanya, pekan ini.

Selain untuk pegurukan APBS dan terminal Teluk Lamong, pinjaman itu juga untuk proyek besar lainnya seperti pembangunan Java Integrated Industrial and Port Estate. Proyek tersebut akan menggabungkan kawasan pelabuhan dan kawasan industri dalam satu area dengan luas sekitar 2.500 hektar. 

"Rencananya, proyek itu akan selesai dan mulai beroperasi pada tahun 2017 mendatang," tambahnya.

APBS diuruk dari semula memiliki kedalaman minus 9,5 meter Low Water Spring (LWS) dan lebar 100 meter, kini menjadi 13 meter LWS dan lebar 150 meter. Kapal peti kemas yang semula hanya mampu mengangkut muatan 1.500 TEUs, kini bisa sampai mengangkut 3.000 TEUs. 

Rampungnya revitalisasi APBS bersamaan dengan akan dioperasikannya Terminal Teluk Lamong. Terminal yang disebut-sebut sebagai terminal tercanggih di Indonesia yang menggunakan sistem operasi otomatis dan ramah lingkungan.

Terminal Teluk Lamong dibangun sebagai perluasan dari Pelabuhan Tanjung Perak yang dinilai sudah terlalu over capacity. Terminal seluas 40 hektar ini untuk melayani petikemas domestik, petikemas internasional, dan curah kering dengan standar pangan. (Achmad Faizal)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×