kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.037   37,00   0,22%
  • IDX 7.095   -89,34   -1,24%
  • KOMPAS100 981   -11,73   -1,18%
  • LQ45 720   -6,96   -0,96%
  • ISSI 254   -3,11   -1,21%
  • IDX30 390   -2,97   -0,75%
  • IDXHIDIV20 485   -2,09   -0,43%
  • IDX80 111   -1,20   -1,08%
  • IDXV30 134   -0,38   -0,29%
  • IDXQ30 127   -0,82   -0,64%

Penghematan lampu LED bisa capai Rp 1.600 triliun


Kamis, 14 November 2013 / 16:52 WIB
ILUSTRASI. Reksadana.


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pencahayaan berbasis LED yang ramah lingkungan dan hemat energi dapat menjadi solusi dalam pengembangan infrastruktur. Seperti diketahui, pada tahun 2014 mendatang pemerintah memiliki prioritas utama berupa pembangunan infrastruktur dan transportasi. Diharapkan 94% jaringan jalan nasional berada pada kondisi stabil.

Di samping itu, perlu kemitraan pemerintah dan swasta untuk menjamin efisiensi manajemen proyek dan pemeliharaannya. "Sebagai pelopor di bidang inovasi pencahayaan, Philips sangat menyadari bahwa seiring dengan perkembangan dan pembangunan infrastruktur di Indonesia yang sedang bertumbuh pesat, kebutuhan pencahayaan merupakan tantangan tersendiri bagi industri ini," kata Marketing Manager Commercial & OEM Professional Lighting Channel Philips Indonesia Danny Gunadi di Indonesia Infrastructure Week 2013, Kamis (14/11).

Sejalan dengan hal itu, lanjut Danny, Philips ingin menjadi bagian dari pertumbuhan tersebut dengan menyediakan solusi pencahayaan berteknologi LED yang dapat membantu perkembangan infrastruktur berkelanjutan.

Danny menjelaskan, 19% penggunaan listrik di dunia adalah untuk pencahayaan. Penghematan energi sebesar rata-rata 40% dapat dilakukan bila beralih ke LED. Bila dikalkulasikan secara global, penghematan dapat mencapai Rp 1.600 triliun dan pengurangan 670 juta ton emisi CO2 per tahun.

Philips menawarkan program Turnkey Projects & Services (TPS), yakni program kemitraan bagi pemilik atau pengelola bangunan dan gedung termasuk infrastruktur. Dalam program ini, Philips akan melakukan audit energi, penyesuaian kebutuhan pencahayaan terpadu, manajemen proyek, perencanaan pembiayaan dan pemeliharaan. (Sakina Rakhma Diah Setiawan/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×