kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45940,71   5,37   0.57%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pertamina Hulu Rokan (PHR) Kejar Target Produksi 180.000 BOPD di Tahun 2022


Jumat, 25 Maret 2022 / 10:22 WIB
Pertamina Hulu Rokan (PHR) Kejar Target Produksi 180.000 BOPD di Tahun 2022
ILUSTRASI. Pekerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional Sumatera Zona 4 mengecek saluran pipa minyak. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/hp.


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di sepanjang tahun ini, Pertamina Hulu Rokan (PHR) menargetkan dapat memproduksi minyak hingga 180.000 barrel oil per day (BOPD). Untuk mengejar target ini, PHR akan mengebor hingga 500 sumur baru dan menambah jumlah rig pengeboran. 

Asal tahu saja, WK Rokan memiliki peran strategis dalam pemenuhan kebutuhan energi nasional. WK migas terbesar kedua di tanah air ini menyumbangkan sepertiga total produksi minyak Pertamina atau hampir seperempat produksi nasional dengan rata-rata produksi tahunan sekitar 160.000 barel minyak per hari (BOPD) untuk periode September-Desember 2021. 

Seluruh hasil lifting WK Rokan juga diperuntukkan untuk konsumsi kilang domestik Pertamina guna mendukung ketahanan energi nasional.

Di tahun ini, Subholding Upstream Pertamina mencanangkan program kerja yang jauh meningkat dibandingkan tahun lalu. Di sepanjang 2022, Subholding Upstream akan mengebor 813 sumur pengembanga dan 500 sumur di antaranya berada di WK Rokan. 

Direktur Utama Pertamina Hulu Rokan, Jaffee A. Suardin menyampaikan di 2022 PHR menargetkan pengeboran 400-500 sumur baru di WK Rokan dengan target produksi sekitar 180.000 BOPD. 

Baca Juga: Kenaikan Harga Minyak Dunia Berpotensi Mendorong Peningkatan Investasi

"Untuk mencapai target tersebut, PHR akan terus menambah jumlah rig pengeboran menjadi setidaknya 23 rig," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (25/3).

Selain berupaya meningkatkan penerimaan negara, PHR juga berkomitmen untuk terus meningkatkan porsi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk memperkuat komponen nasional. Saat ini TKDN di PHR mencapai lebih dari 60%. 

Jaffee memaparkan, PHR berhasil meningkatkan kinerja WK Rokan pasca alih kelola. Di antaranya kenaikan tingkat produksi, biaya lifting yang makin rendah, peningkatan kegiatan pengeboran secara masif dan agresif, peningkatan keandalan fasilitas, dan tingkat efisiensi produksi yang terjaga. 

Hanya dalam tempo kurang dari empat bulan, PHR juga berhasil menambah rig pengeboran dari sebelumnya 6 rig menjadi 19 rig dan rig kerja ulang (work over) dari sebelumnya 25 rig menjadi 29 rig.

Baca Juga: Pertamina Hulu Energi (PHE) Lakukan Pengeboran Sumur Eksplorasi di Musi Banyuasin

PHR WK Rokan turut menyumbang penerimaan negara sekitar Rp 9 triliun untuk periode Agustus-Desember 2021. Kontribusi itu terdiri dari Rp 6,5 triliun Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Rp 2,5 triliun berupa pembayaran PPh, PPN, dan pajak daerah. 

Kontribusi ini merupakan wujud nyata dari manfaat langsung kehadiran operasi PHR kepada negara, daerah, dan masyarakat pasca alih kelola WK Rokan pada 9 Agustus 2021 lalu. Industri hulu migas memiliki peran penting bagi penerimaan negara dan modal pembangunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×