kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.704.000   25.000   1,49%
  • USD/IDR 16.450   35,00   0,21%
  • IDX 6.380   -139,26   -2,14%
  • KOMPAS100 926   -23,75   -2,50%
  • LQ45 725   -12,49   -1,69%
  • ISSI 196   -6,34   -3,13%
  • IDX30 379   -3,71   -0,97%
  • IDXHIDIV20 456   -5,75   -1,25%
  • IDX80 105   -2,26   -2,11%
  • IDXV30 108   -2,36   -2,13%
  • IDXQ30 124   -0,95   -0,75%

Produksi SAF dan Blue Ammonia, Intip Perkembangan Dua Proyek ESSA


Selasa, 04 Maret 2025 / 18:28 WIB
Produksi SAF dan Blue Ammonia, Intip Perkembangan Dua Proyek ESSA
ILUSTRASI. PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) (dahulu PT Surya Esa Perkasa Tbk), perusahaan publik yang bergerak di sektor Energi dan Kimia melalui kilang LPG (Liquefied Petroleum Gas) dan pabrik Amoniak.


Reporter: Filemon Agung | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) memastikan pelaksanaan dua proyek fasilitas produksi untuk blue ammonia dan Sustainable Aviation Fuel (SAF).

Presiden Direktur ESSA Kanishk Laroya menjelaskan, proyek blue ammonia saat ini dalam tahapan kedua studi kelayakan dan ditargetkan selesai pada tahun 2025.

"Selanjutnya akan divalidasi, diikuti dengan finalisasi lokasi injeksi sumur, right of way dan seterusnya pada tahun 2025," jelas Kanishk kepada Kontan, Selasa (4/3).

Baca Juga: Sepanjang 2024, ESSA Industries (ESSA) Catatkan Laba Bersih Capai US$ 45,18 Juta

Kanishk menjelaskan, pengeboran sumur dan pembangunan fasilitas untuk proyek blue ammonia ini ditargetkan dapat dilaksanakan pada tahun 2027. Selanjutnya, proyek ditargetkan commissioning pada kuartal IV 2028 mendatang.

Sementara itu, ESSA melalui anak usahanya PT ESSA Sustainable Indonesia (ESI) dan PT ESSA SAF Makmur (ESM) bakal menggarap proyek fasilitas manufaktur greenfield di Jawa tengah dengan kapasitas sekitar 150 ribu metrik ton (MT) per tahun.

Baca Juga: Pemeliharaan Pabrik Amonia, ESSA Industries (ESSA) Siapkan Capex US$ 20 Juta

"Saat ini dalam proses finalisasi komponen utama yaitu teknologi, kontraktor EPC, pasokan bahan baku, dan pengaturan offtake. Biaya investasi akan diketahui setelah studi kelayakan akhir selesai," ujar Kanishk.

Kanishk melanjutkan, tahapan konstruksi direncanakan dapat dimulai pada tahun 2026 mendatang dan commissioning pada kuartal I 2028.

Baca Juga: Fluktuasi Harga Energi, ESSA Industries Optimis Pertahankan Kinerja Positif pada 2025

Selanjutnya: Industri Manufaktur Masih Ekspansif, Menperin Singgung Tantangan Produk Impor

Menarik Dibaca: Allianz Life dan Maybank Perkenalkan Asuransi Jiwa MyProtection Future

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×