kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Pusri akan membangun pabrik petriokimia di Papua


Kamis, 19 April 2012 / 10:02 WIB
ILUSTRASI. Mesin EDC dan pemindai kartu Flazz BCA sebagai alat pembelian tiket di loket sekitar stasiun Maja, Banten, Senin (23/5/2016).


Reporter: Asnil Bambani Amri, Bloomberg | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Produsen pupuk, PT Pupuk Sriwijaya Indonesia (Pusri) berencana membangun pabrik petrokimia senilai US$ 5.2 miliar di wilayah Papua.

Arifin Tasrif, chief executive officer (CEO) mengatakan, sejumlah investor dari Jepang, Korea Selatan dan Jerman menyatakan minat ikut ambil bagian dalam proyek pembangunan pabrik petrokimia berkapasitas 2 juta ton per tahun tersebut.

"Tetapi kami ingin menjadi mayoritas (pemilik) dalam perusahaan patungan ini," terang Tasrif, tanpa memberikan rincian tentang waktu investasinya.

Perlu diketahui, Indonesia merupakan negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi 6% ini mengundang daya tarik bagi industri petrokimia. Apalagi petrokimia ini mendapat dukungan suplai minyak dan gas dari negara.

Papua, merupakan daerah yang Indonesia timur yang kaya akan hasil gas, salah satunya adalah gas Tangguh yang memiliki cadangan yang menggiurkan bagi investor.

Sementara itu Pusri merupakan perusahaan holding pupuk yang menguasai yang memiliki pabrik pupuk mulai dari Barat Indonesia sampai Jawa dan Kalimantan dengan total kapasitas produksi 12 juta ton per tahun.

Perusahaan ini memperkirakan penjualan tahun ini sebesar Rp 45 triliun atau setara dengan US$ 4,90 miliar, naik tahu lalu sebesar Rp 40 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×