kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Renegosiasi Pemerintah dan Newmont masih alot


Kamis, 05 September 2013 / 09:50 WIB
Renegosiasi Pemerintah dan Newmont masih alot
ILUSTRASI. Rumah Potong Hewan Unggas PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) sudah terinstall teknologi solar panel di Giritontro, Wonogiri, Jawa Tengah.


Reporter: Muhammad Yazid | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Renegosiasi kontrak karya antara Pemerintah dengan PT Newmont Nusa Tenggara masih berjalan alot. Padahal, masa kerja tim renegosiasi akan berakhir pada akhir tahun 2013.

Rubi Purnomo, Juru Bicara Newmont Nusa Tenggara mengatakan, enam poin yang diagendakan dalam amandemen kontrak merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

Menurutnya, seluruh poin itu masih dalam pembahasan dengan pemerintah dan belum ada kesepakatan final. "Untuk detail pembahasan, termasuk royalti dan lain-lain, akan kami bicarakan bersama pemerintah di dalam pertemuan berikut terkait perubahan kontrak karya," kata Rubi di kantornya, Selasa (4/9).

Seperti diketahui, berdasarkan amanat UU Nomor 4 Tahun 2009, ada enam poin dalam KK perusahaan tambang yang harus diselaraskan dengan aturan. Yakni, kewajiban divestasi, pemanfaatan produk dalam negeri, melaksanakan hilirisasi, tarif royalti, perpanjangan izin usaha, serta luas wilayah. Sejauh ini, dari enam poin itu, baru kewajiban divestasi yang telah dipenuhi Newmont. Sayangnya, proses pembelian saham terakhir 7% pun masih belum tuntas.

Untuk kewajiban hilirisasi, lanjut Rubi, Newmont menegaskan tidak akan membangun unit pengolahan dan pemurnian mineral (smelter). "Membangun smelter tembaga butuh investasi besar, sedangkan Indonesia hanya memiliki dua tambang tembaga besar. Core business kami hanya kegiatan pertambangan," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×