kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.641.000   -14.000   -0,53%
  • USD/IDR 18.035   45,00   0,25%
  • IDX 5.879   -107,41   -1,79%
  • KOMPAS100 765   -17,05   -2,18%
  • LQ45 584   -11,35   -1,91%
  • ISSI 203   -3,26   -1,58%
  • IDX30 331   -5,86   -1,74%
  • IDXHIDIV20 410   -5,47   -1,32%
  • IDX80 87   -1,81   -2,04%
  • IDXV30 111   -1,58   -1,40%
  • IDXQ30 107   -1,48   -1,37%

Go-Jek mencari pendanaan US$ 1,5 miliar


Rabu, 27 Juni 2018 / 20:16 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi: Seragam Go-Jek bertema Ramadan


Reporter: Puspita Saraswati | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Manuver dan aksi para pebisnis transportasi online tampak tidak pernah sepi, utamanya dalam perburuan dana. Ambil contoh perusahaan aplikasi transportasi Go-Jek. Setelah mendirikan Go-Viet di Vietnam dan Get di Thailand, Go-Jek kembali dikabarkan masih mencari pendanaan besar.  

Menurut salah satu sumber Bloomberg, perusahaan yang didirikan Nadiem Makarim itu tengah berupaya mencari dana segar bernilai jumbo. Nilai yang diincar Go-Jek mencapai US$ 1,5 miliar atau setara Rp 21 triliun (kurs US$ 1=Rp 14.000).

Adapun kalangan investor yang terlibat pembicaraan dengan manajemen Go-Jek Indonesia tersebut adalah Tencent, Google, JD.com dan investor lainnya. Sampai berita ini naik cetak, manajemen Go-Jek tidak merespon permintaan klarifikasi dan konfirmasi dari KONTAN.

Belum jelas untuk apa Go-Jek mengincar pendanaan tersebut. Namun, mitra investor yang dibidik memang sudah tidak asing lagi bagi Go-Jek. Tencent, misalnya, sebelumnya menyuntikkan US$ 1,2 miliar ke Go-Jek, Begitu pula dengan Google yang awal tahun ini bersama dengan sejumlah investor mengucurkan dana serupa ke Go-Jek.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×