kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Begini Dampak Kenaikan Harga Minyak Dunia Terhadap Operasional KKKS


Rabu, 11 Oktober 2023 / 19:59 WIB
Begini Dampak Kenaikan Harga Minyak Dunia Terhadap Operasional KKKS
ILUSTRASI. Suasana pengoperasian Rig (alat pengeboran minyak bumi) PDSI 49 milik PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) terpantul dari kacamata salah seorang karyawan di Duri, Riau, Senin (8/8/2022). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Tendi Mahadi

“Menambah produksi butuh investasi sedangkan kami menganggap kenaikan harga minyak ini  suatu fenomena yang sifatnya tidak jangka panjang. Apalagi gejolak geopolitik sekarang lagi panas-panasnya sehingga orang akan berhati-hati untuk investasi,” terangnya. 

Di sisi lain, lanjut Moshe, pengadaan rig masih menantang karena permintaannya tinggi tetapi pasokannya terbatas. Kelangkaan rig ini terjadi di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia. 

Perusahaan penyedia jasa sewa pengeboran juga berhati-hati berinvestasi menambah jumlah rignya. 

“Jangan sampai mereka berinvestasi besar menambah rig, tetapi tiba-tiba harga minyak tiba-tiba anjlok karena faktor geopolitik dan berakhir rugi karena rig-nya terbengkalai,” kata Moshe. 

Sedangkan, untuk urusan operasional seperti penggunaan bahan bakar minyak (BBM), diakui Moshe tidak berpengaruh signifikan ke beban operasional. Lantaran kenaikan harga BBM yang dilakukan Pertamina masih cukup terjangkau. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×