kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Bisnis Gudang Logistik Tetap Kuat, Pengembang Optimistis Bertumbuh hingga Akhir 2026


Rabu, 15 Juli 2026 / 16:04 WIB
Bisnis Gudang Logistik Tetap Kuat, Pengembang Optimistis Bertumbuh hingga Akhir 2026
ILUSTRASI. Tingkat okupansi gudang logistik tetap 98% hingga 2026. Cari tahu sektor pendorong utama yang membuat bisnis ini sangat menjanjikan (Dok/YCH Indonesia)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek bisnis pergudangan logistik diperkirakan masih tetap cerah hingga akhir 2026. Tingginya tingkat okupansi, permintaan yang konsisten, serta minimnya tambahan pasokan baru diyakini masih akan menopang kinerja segmen properti ini. 

Head of Industrial & Logistics Services sekaligus Senior Director Capital Markets CBRE Indonesia Ivana Susilo mengatakan, pergudangan logistik masih menjadi salah satu segmen properti dengan imbal hasil (return on investment/RoI) yang paling menarik.

Menurutnya, hal itu didukung oleh tingkat okupansi yang konsisten berada di level tinggi serta permintaan yang terus bertumbuh dalam beberapa tahun terakhir.

"Tingkat okupansi tetap berada di dekat level puncaknya, yaitu sekitar 98%. Kekuatan permintaan yang konsisten juga tercermin dari tingkat penyerapan tahunan (annual take-up rate) secara keseluruhan, yang mencapai 308.700 meter persegi per tahun selama tiga tahun terakhir," ujar Ivana kepada Kontan, Minggu (12/7/2026).

Baca Juga: Pengembang Ini Perkuat Konsep Pengembangan Kota Mandiri Berkelanjutan

CBRE memproyeksikan permintaan ruang gudang tetap kuat hingga akhir tahun ini. Permintaan tersebut masih akan ditopang oleh sejumlah sektor utama, terutama e-commerce, barang konsumsi yang bergerak cepat (fast moving consumer goods/FMCG), serta industri otomotif termasuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Optimisme serupa juga disampaikan PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST). Perusahaan menyebut, prospek bisnis gudang logistik masih positif hingga semester II-2026, meski kontribusi segmen ini terhadap pendapatan perusahaan masih relatif kecil.

Head of Corporate Finance and Investor Relation BEST, Rika Mandasari mengatakan, prospek bisnis pergudangan masih ditopang pertumbuhan aktivitas manufaktur, logistik, serta kebutuhan efisiensi rantai pasok di kawasan industri MM2100.

Tingkat okupansi pergudangan sewa dan ready-to-use Standard Factory Buildings (SFB) milik BEST juga masih mencapai 100% hingga kuartal II-2026 dengan model sewa jangka menengah hingga panjang.

"Meskipun kondisi ekonomi global masih diwarnai berbagai tantangan, kami melihat kebutuhan terhadap fasilitas logistik modern masih cukup baik, khususnya di kawasan yang memiliki lokasi strategis dan infrastruktur yang memadai," ungkap Rika.

Meski pendapatan terbesar BEST masih berasal dari penjualan lahan industri, perusahaan melihat bisnis pergudangan berpotensi memberikan kontribusi yang lebih besar ke depan. 

Untuk itu, BEST baru saja meluncurkan BeFa Industrial Hub, produk pergudangan modern multifungsi siap pakai yang menyasar tenant dengan kebutuhan operasional yang fleksibel.

Saat ini, beberapa perusahaan cold storage juga telah menjadi tenant BeFa dan berkontribusi terhadap recurring income perusahaan.

"Saat ini fokus kami adalah memperkenalkan BeFa Industrial Hub sebagai fasilitas industri siap pakai yang dirancang untuk memberikan fleksibilitas bagi tenant. Seluruh rencana pengembangan akan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kondisi pasar, permintaan, dan disiplin pengelolaan belanja modal," tambahnya.
Baca Juga: Gappri: Aturan Turunan PP 28/2024 Bisa Ganggu Iklim Usaha Industri Hasil Tembakau

Senada, PT Jababeka Tbk (KIJA) melalui anak usahanya PT Graha Buana Cikarang juga melihat permintaan terhadap produk pergudangan multifungsi (multi-purpose warehouse) masih tetap terjaga sepanjang 2026.

Salah satu proyek andalan perusahaan adalah Jababeka Bizpark yang menyasar pelaku usaha dari sektor logistik, pergudangan, e-commerce, hingga perkantoran dan usaha komersial lainnya.

Direktur PT Graha Buana Cikarang Ivonne Anggraini mengatakan sejak diluncurkan tahun lalu, Jababeka Bizpark telah membukukan penjualan sebanyak 270 unit dengan harga berkisar Rp 1,65 miliar hingga Rp 2,5 miliar per unit. Sebagian unit juga telah diserahterimakan kepada pembeli.

"Jadi Bizpark bisa dibuat sebagai logistik, pergudangan, penyimpanan maupun untuk studio. Sekarang kan banyak orang berdagang lewat live TikTok, nah itu bisa dijadikan studio sekaligus gudangnya. Bisa juga untuk restoran, office, jadi memang bangunan multiguna," ujar Ivonne.

Menurutnya, kontribusi Bizpark terhadap total marketing sales PT Graha Buana Cikarang memang masih relatif kecil karena ukuran unit yang dipasarkan lebih kecil dibanding penjualan lahan industri. Namun, produk tersebut menjadi solusi bagi pelaku usaha yang membutuhkan ruang usaha dalam skala lebih ringkas.

Ke depan, perusahaan akan melanjutkan pengembangan kawasan di sekitar Jababeka Bizpark, termasuk pembangunan Jababeka Factory Outlet.

Selain itu, PT Graha Buana Cikarang juga tengah mengembangkan kawasan industri baru Jababeka 9 sebagai fase terakhir pengembangan kawasan industri Jababeka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×