kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Budidaya di lahan gambut, ini saran para pakar


Selasa, 10 Mei 2016 / 22:02 WIB
Budidaya di lahan gambut, ini saran para pakar


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

“Kalau dituding kondisi gambut menjadi rusak ketika dikelola swasta tidak tepat. Justru banyak gambut terdegradasi  kini  lebih baik dan terjaga. Tanah gambut tetap baik meski telah dilakukan beberapa daur penanaman dan peremajaan (replanting),” kata pakar pemanfaatan mineral zeolit, morfologi dan klasifikasi tanah itu.

Menurut Suwardi, sejarah panjang di Indonesia sudah membuktikan sawit dan akasia merupakan tanaman yang tepat karena mempunyai kemampuan  tumbuh di tanah-tanah yang masam seperti kawasan gambut.

Pengamat gambut IPB Basuki Sumawinata menambahkan, tanaman multikultur seperti sagu dan jelutung untuk mengganti tanaman monokultur yang selama ini ada seperti sawit tidak menjamin lahan gambut sulit terbakar. “Hingga kini, masih banyak lahan sagu yang tetap berbakar di selat panjang serta di wilayah Kalimantan Selatan. “

Basuki berpendapat, pemanfaatan gambut untuk kepentingan perkebunan sawit dan Hutan Tanaman Industri (HTI) tetap dapat dilakukan dengan penerapan teknologi seperti tata kelola air (water management) serta pemadatan merupakan solusi dalam pemanfaatan gambut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×