Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menilai kondisi pasar otomotif nasional pada kuartal I-2026 relatif stagnan di tengah berbagai sentimen negatif ekonomi, mulai dari potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga tekanan inflasi.
Chief Operating Officer HMID Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, pergerakan pasar mobil nasional pada awal tahun ini tidak jauh berbeda dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Jadi kalau kita lihat kondisi pasar itu boleh dibilang sama, hampir sama dengan tahun lalu kuartal I berbanding dengan kuartal I. Jadi ya kurang lebih 0,1-0,3 plus minus kira-kira,” ujarnya usai acara Hyundai Premium Courtesy Car Program di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Baca Juga: Hyundai Perluas Layanan Courtesy Car, Sediakan 250 Unit Mobil Pengganti
Ia memperkirakan volume pasar otomotif domestik masih berada di kisaran 50.000 unit hingga 60.000 unit per bulan. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan pasar cenderung datar meskipun diwarnai tekanan global, termasuk dinamika geopolitik dan potensi kenaikan harga minyak dunia.
Namun, Fransiscus menilai stabilitas harga BBM di dalam negeri menjadi faktor penahan yang cukup positif bagi industri otomotif nasional.
“Di Indonesia harga BBM masih bisa dipertahankan, ini jadi sisi positif untuk menjaga stabilitas pasar,” katanya.
Di tengah kondisi tersebut, Hyundai mengandalkan sejumlah strategi untuk menjaga kinerja, termasuk mengoptimalkan produk di segmen harga yang sesuai dengan daya beli pasar. Model Stargazer disebut menjadi salah satu penopang penjualan perseroan.
Baca Juga: Perkuat Transportasi Publik, Kemenhub Menggandeng Surveyor Indonesia
Selain itu, Hyundai juga mengandalkan portofolio produk yang beragam, mulai dari kendaraan berbasis mesin pembakaran internal (ICE), hybrid seperti Santa Fe dan Palisade, hingga kendaraan listrik (EV) seperti Ioniq 5 dan Kona yang telah diproduksi secara lokal.
Fransiscus menambahkan, perusahaan juga terus memperkuat layanan dan inovasi untuk menjaga daya saing, salah satunya melalui program premium courtesy car.
Dengan berbagai strategi tersebut, Hyundai menargetkan pangsa pasar minimal 2,8% pada tahun ini. Bahkan, perseroan membuka peluang untuk menembus level 3% jika kondisi pasar mendukung.
“Kalau bisa 3% kenapa tidak? Kenapa kita enggak bisa 3%? Itu yang kita akan lakukan,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













