kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.705.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 16.973   -20,00   -0,12%
  • IDX 9.135   0,83   0,01%
  • KOMPAS100 1.255   -8,26   -0,65%
  • LQ45 884   -8,74   -0,98%
  • ISSI 334   -0,41   -0,12%
  • IDX30 454   -1,06   -0,23%
  • IDXHIDIV20 538   0,43   0,08%
  • IDX80 140   -1,06   -0,76%
  • IDXV30 149   -0,12   -0,08%
  • IDXQ30 146   -0,09   -0,06%

InJourney Genap 4 Tahun, Bidik Kontribusi PDB hingga 6% pada 2029


Selasa, 20 Januari 2026 / 14:00 WIB
InJourney Genap 4 Tahun, Bidik Kontribusi PDB hingga 6% pada 2029
ILUSTRASI. Direktur Utama InJourney Maya Watono (DOK/InJourney)


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, memasuki tahun keempat kiprahnya sejak dibentuk pada Januari 2022.

Selama empat tahun terakhir, InJourney menjalankan transformasi menyeluruh yang berfokus pada penguatan fundamental anak usaha melalui integrasi aset, perbaikan tata kelola operasional dan manajerial, serta peningkatan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan.

Transformasi tersebut membuahkan hasil penting berupa pencapaian profitabilitas grup secara konsolidasi, yang diraih melalui pendekatan kolaboratif berbasis gotong royong serta sinergi erat dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan.

Baca Juga: Smelter Nikel Terancam Krisis Pasokan Imbas Pemangkasan RKAB, Hilirisasi Tersendat?

Empat tahun kehadiran InJourney dinilai memberi kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Melalui pilar-pilar bisnisnya, InJourney terus menciptakan pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah.

Ke depan, InJourney ditargetkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 4,1% hingga 6% pada 2029.

InJourney mengimplementasikan berbagai inisiatif strategis lintas portofolio, mulai dari transformasi bandara dan peningkatan konektivitas udara, pengembangan destinasi budaya dan edukasi seperti Candi Borobudur dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), pembangunan International Medical Tourism di KEK Sanur, hingga pengembangan kawasan pariwisata Mandalika dan Golo Mori.

Melalui Sarinah, InJourney juga konsisten membawa karya terbaik Indonesia ke pasar global.

Rangkaian inisiatif tersebut turut mendorong peningkatan kinerja korporasi, tercermin dari posisi InJourney sebagai perusahaan ke-43 terbesar di Indonesia.

Baca Juga: Butuh Tambahan Daya? PLN Sediakan Layanan Penyambungan Listrik Sementara

Direktur Utama InJourney Maya Watono mengatakan, transformasi bisnis yang dijalankan selama empat tahun terakhir menjadi fondasi kuat bagi InJourney untuk tumbuh sebagai BUMN yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

“Transformasi ini tidak hanya memperkuat kinerja internal, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. Ke depan, InJourney akan terus adaptif menghadapi perubahan yang sangat cepat, dengan dukungan penuh para pemangku kepentingan,” ujar Maya dalam keterangan resminya, Selasa (20/1/2026).

Memasuki tahun keempat, InJourney menegaskan keberlanjutan sebagai arah utama transformasi.

Mengusung tema “InJourney 4 Tahun Bersama Berkarya, Lestarikan Indonesia”, keberlanjutan ditempatkan sebagai kerangka berpikir dan bertindak dalam setiap inisiatif jangka panjang. Pendekatan ini menjadikan pariwisata sebagai investasi lintas generasi yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan sosial.

Komisaris Utama InJourney Iwan Setyawan menuturkan bahwa tema tersebut mencerminkan arah strategi holding dalam menghadirkan pengalaman pariwisata yang bernilai dan berkesan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Baca Juga: Bisnis Ritel Jepang Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Pemasok Indonesia

Melalui integrasi ekosistem pariwisata nasional, InJourney menyatukan atraksi, aksesibilitas, dan amenitas dalam satu orkestrasi yang saling menguatkan.

“Pariwisata tidak cukup hanya dikelola, tetapi harus dikaryakan. InJourney harus menjadi contoh bahwa pariwisata yang baik adalah pariwisata yang mengangkat martabat dan kesejahteraan masyarakat setempat,” ujar Iwan.

Komitmen terhadap pariwisata berkelanjutan didasari keyakinan bahwa keberhasilan bisnis jangka panjang hanya dapat dicapai jika pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui visi “Sustainable Tourism Economy and Creating Impact for Communities”, InJourney membangun ekosistem aviasi dan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.

Direktur SDM dan Digital InJourney Herdy Harman menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus diiringi dengan pengembangan sumber daya manusia.

Menurutnya, keberlanjutan transformasi hanya dapat dicapai jika manusia menjadi pusat dari setiap perubahan.

Baca Juga: Ekspor Furnitur Indonesia Pasar Global Tetap Tumbuh, Ini Pasar yang Masih Potensial

Dalam kerangka keberlanjutan, InJourney bertumpu pada dua pilar utama, yakni lingkungan (environment) dan sosial-ekonomi (socio-economic).

Pada pilar lingkungan, InJourney berfokus pada pengelolaan air dan limbah yang bertanggung jawab, strategi iklim dan lingkungan, serta perlindungan keanekaragaman hayati.

Sementara pada pilar sosial-ekonomi, InJourney mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan UMKM, akses pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.

Sebagai bagian dari penerapan prinsip ESG, InJourney menargetkan penurunan emisi sebesar 4.000 ton CO₂e.

Target tersebut diwujudkan melalui berbagai green initiatives, antara lain pemanfaatan energi surya di sembilan bandara utama yang menghasilkan 10.760 MWh energi terbarukan per tahun, dengan potensi penghindaran emisi sekitar 9.860 ton CO₂e per tahun.

InJourney juga mempercepat adopsi kendaraan dan peralatan listrik. Hingga kini, sebanyak 716 unit kendaraan dan peralatan listrik telah dioperasikan di berbagai bandara dan destinasi wisata. Di sisi pengelolaan sumber daya, pendekatan ekonomi sirkular diterapkan melalui pengelolaan 7.000 m³ limbah padat dan pemanfaatan 1,7 juta m³ air daur ulang.

Baca Juga: Rayu Modal Korea di Seoul, Tantangan Riil Ada di Infrastruktur dan Efisiensi Logistik

Selain itu, InJourney menjalankan program penanaman 40.000 pohon mangrove di wilayah operasional, serta mengoperasikan fasilitas Seawater Reverse Osmosis (SWRO) di kawasan Nusa Dua, Bali, untuk memperkuat ketahanan air dan mengurangi ketergantungan pada air tanah.

“Melalui rangkaian inisiatif ini, InJourney memastikan bahwa transformasi aviasi dan pariwisata tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan lingkungan dan meninggalkan warisan hijau yang berkelanjutan bagi generasi mendatang,” tutup Maya.

Selanjutnya: China Akan Luncurkan Strategi Baru untuk Mendorong Konsumsi Lima Tahun ke Depan

Menarik Dibaca: Hindari Peretasan, Amankan WhatsApp dengan Fitur Rahasia Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×