kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.705.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.003   10,00   0,06%
  • IDX 9.149   15,17   0,17%
  • KOMPAS100 1.265   1,20   0,10%
  • LQ45 894   0,95   0,11%
  • ISSI 335   0,77   0,23%
  • IDX30 456   1,28   0,28%
  • IDXHIDIV20 539   1,26   0,23%
  • IDX80 141   0,14   0,10%
  • IDXV30 149   0,48   0,32%
  • IDXQ30 146   0,37   0,25%

Rayu Modal Korea di Seoul, Tantangan Riil Ada di Infrastruktur dan Efisiensi Logistik


Selasa, 20 Januari 2026 / 08:06 WIB
Rayu Modal Korea di Seoul, Tantangan Riil Ada di Infrastruktur dan Efisiensi Logistik
ILUSTRASI. Kawasan Industri Suryacipta of Industry (DOK/Suryacipta of Industry)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Upaya menarik investasi Korea Selatan kembali digelar melalui forum “2026 Indonesian Day Business Forum” di Seoul, Korea Selatan. Acara yang diinisiasi PT Bank KB Indonesia Tbk bersama KB Kookmin Bank ini mempertemukan perwakilan pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha dari kedua negara untuk membahas peluang kerja sama investasi dan perdagangan lintas batas.

Meski dikemas sebagai forum bisnis, tantangan utama Indonesia tetap sama, bagaimana mengonversi minat menjadi realisasi investasi yang berkualitas dan berkelanjutan, khususnya di sektor manufaktur. Apalagi, kompetisi antarnegara di Asia untuk merebut modal asing kian ketat, seiring perlambatan ekonomi global dan meningkatnya tensi geopolitik.

Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menunjukkan, Korea Selatan masih konsisten berada dalam lima besar investor Asia di Indonesia. Dalam periode 2020–2025, realisasi investasi Korea Selatan tercatat mencapai sekitar US$ 13,3 miliar. Angka ini menunjukkan ketertarikan yang relatif stabil, meski lajunya tidak bisa dilepaskan dari proyek-proyek besar di sektor otomotif, baterai, dan elektronik yang bersifat padat modal.

Namun, keberlanjutan arus modal tersebut sangat bergantung pada daya saing struktural Indonesia, terutama di sektor manufaktur yang masih menjadi tulang punggung perekonomian. Di tengah tren relokasi industri dari China ke Asia Tenggara, Indonesia memang diuntungkan oleh pasar domestik yang besar. Tapi di sisi lain, persoalan klasik seperti efisiensi logistik, kepastian regulasi, dan kesiapan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah.

Baca Juga: China Jadi Mayoritas Peserta Lelang, Ahli Khawatirkan Keamanan Proyek PSEL Danantara

Dalam forum tersebut, PT Suryacipta Swadaya, pengembang kawasan industri Suryacipta City of Industry dan Subang Smartpolitan, menyoroti peran infrastruktur sebagai faktor kunci dalam menarik investor manufaktur. Vice President Sales, Marketing, and Tenant Relations PT Suryacipta Swadaya Abednego Purnomo menilai, bahwa keputusan investasi tidak lagi semata ditentukan oleh upah murah atau insentif fiskal.

“Selain faktor biaya, investor sangat memperhitungkan waktu tempuh dan efisiensi logistik. Lokasi yang sejak awal terhubung dengan jaringan infrastruktur utama akan jauh lebih kompetitif,” ujarnya, dalam siaran pers, Selasa (20/1).

Ia mencontohkan, kehadiran ruas tol baru serta Pelabuhan Patimban di Jawa Barat telah memperbaiki konektivitas kawasan industri dengan jalur ekspor. Namun demikian, manfaat infrastruktur ini tetap harus diimbangi dengan tata kelola kawasan industri yang efisien serta kepastian layanan perizinan.

Subang Smartpolitan yang dikembangkan Suryacipta diposisikan sebagai kawasan industri dan komersial terintegrasi dengan konsep kota mandiri. Meski demikian, keberhasilan kawasan-kawasan baru semacam ini tetap akan diuji oleh satu hal utama, seberapa cepat kawasan tersebut bisa menarik tenant dan mengisi kapasitasnya di tengah persaingan ketat dengan kawasan industri lain di Vietnam, Thailand, dan Malaysia.

Tantangan sesungguhnya ada pada konsistensi reformasi struktural di dalam negeri, agar Indonesia tidak hanya menjadi tujuan ekspansi jangka pendek, melainkan basis produksi jangka panjang bagi investor global, termasuk dari Korea Selatan.

Baca Juga: IPC Terminal Petikemas Perkuat Operasional dan Layanan, Siapkan Roadmap 2026-2030

Selanjutnya: Laut China Selatan: Filipina Temukan Harta Karun Gas Tersembunyi!

Menarik Dibaca: Tren Pinjaman Daring Naik, KlikCair Tawarkan Opsi Jangka Pendek

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×