kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Mendag: Pendirian pabrik Kawasaki kurangi impor


Selasa, 08 April 2014 / 17:05 WIB
Mendag: Pendirian pabrik Kawasaki kurangi impor
ILUSTRASI.


Reporter: Handoyo | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengapresiasi pendirian pabrik baru ke dua PT Kawasaki Motor Indonesia. Pendirian pabrik baru PT Kawasaki Motor Indonesia ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kapasitas produksi sepeda motor di Tanah Air.

"Dengan adanya produksi sepeda motor dari dalam negeri maka, akan mengurangi ketergantungan terhadap impor dan memberikan kontribusi terhadap nilai ekspor nonmigas Indonesia," jelas Lutfi, dalam siaran persnya Selasa (8/4).

Lutfi juga menyambut gembira perkembangan industri kendaraan bermotor di Tanah Air. Iklim investasi di Indonesia kini semakin meningkat dan mampu bersaing dengan negara produsen otomotif lainnya di Asia Tenggara.

Kementerian Perdagangan akan terus mendorong proses industrialisasi manufaktur guna meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

"Industri otomotif sebagai salah satu industri manufaktur yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan tidak hanya memberikan kontribusi yang penting bagi pertumbuhan ekonomi dan ekspor, tetapi juga berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja profesional di Indonesia serta peningkatan daya saing produk otomotif Indonesia," ujar Lutfi.

Melalui pendirian pabrik baru ini, diharapkan Kawasaki Indonesia semakin meningkatkan komitmen jangka panjang untuk menciptakan manfaat bersama di setiap mata rantai, membuka lebih banyak lapangan pekerjaan, dan lebih mengembangkan kapasitas produksi, sehingga menciptakan lebih banyak kegiatan ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×