kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

MIND ID dan PT Timah Kembangkan Kemitraan dan Digitalisasi Pertambangan


Kamis, 05 Juni 2025 / 23:58 WIB
MIND ID dan PT Timah Kembangkan Kemitraan dan Digitalisasi Pertambangan
ILUSTRASI. Pekerja menunjukkan biji timah saat menambang menggunakan ponton isap produksi di perairan Pantai Matras, Sungai Liat, Sinar Baru, Sungai Liat, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, Senin (27/1/2025).


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. MIND ID melalui PT Timah Tbk mengembangkan kemitraan pertambangan timah dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Inisiatif ini bertujuan mewujudkan tata kelola tambang yang lebih baik, inklusif, dan berkelanjutan, khususnya di wilayah Bangka Belitung.

Kemitraan ini diperkuat dengan penerapan Mining Control System (MCOS), sistem digital yang mengatur proses pendaftaran, seleksi, dan pengawasan kemitraan secara transparan dan terstruktur. MCOS juga menjadi alat penting dalam menekan maraknya tambang ilegal, terutama di wilayah laut yang rawan pelanggaran, seperti sekitar Kapal Isap Produksi.

"MCOS mencerminkan komitmen MIND ID terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan pemberdayaan masyarakat," ujar Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin dalam keterangannya, Kamis (5/6).

Baca Juga: PT Timah Tegaskan Membuka Diri Terhadap Proses Audit BPK

Penambangan timah di laut rawan praktik ilegal, sehingga membutuhkan tata kelola yang ketat dan kolaboratif. Melalui skema kemitraan, masyarakat dibina agar beroperasi sesuai SOP teknis dan mengutamakan keselamatan kerja.

Dalam skema ini, masyarakat yang tergabung dalam pertambangan rakyat dibina agar mematuhi SOP teknis dan mengutamakan keselamatan kerja. Unit ponton yang bermitra wajib merekrut tenaga lokal sebagai operator dan pengawas, memastikan manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh warga.

Direktur Operasi dan Produksi PT Timah, Nur Adi, menambahkan bahwa MCOS kini dilengkapi sistem seleksi dokumen yang ketat. Calon mitra harus memenuhi kriteria teknis, perlengkapan, dan standar keselamatan kerja.

“Melalui MCOS, kami memperkuat tata kelola dan pengamanan wilayah IUP agar operasional berjalan efektif dan berkelanjutan,” tegas Nur Adi. Kemitraan ini bukan hanya membuka akses ekonomi, tetapi juga menumbuhkan ekosistem industri timah yang sehat, legal, dan produktif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×