kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Mudik disetop, para pebisnis berebut kargo


Rabu, 29 April 2020 / 04:00 WIB


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina

Asal tahu, sekitar 50% kapal penumpang Pelni memiliki ruang yang dapat dimaksimalkan untuk angkutan kontainer kering, kontainer dengan sistem pendingin atau reefer container dan kargo umum. Beberapa kapal mereka yang lain bahkan mampu mengangkut kendaraan.

Kalau PT Kereta Api Indonesia (KAI) boleh jadi tidak terlampau terdampak oleh penurunan penumpang akibat larangan mudik. Sebab, komposisi pengangkutan mereka sejauh ini terdiri dari 36% angkutan penumpang dan selebihnya pendapatan lain temasuk angkutan barang.

Biarpun begitu, KAI  tetap melecut angkutan barang. "Kami optimalkan core business lain yaitu rail express yang bergerak pada logistik barang dan pendapatan dari sisi ini cukup signifikan," ujar Joni Martinus, Vice President Public Relations KAI.

Target pengangkutan logistik KAI meliputi batubara, semen, kayu, hingga bahan bakar minyak (BBM) lewat kerjasama dengan mitra perusahaan swasta. Mereka juga mengincar angkutan barang seperti sepeda motor di area Lampung hingga Sumatera Utara. Sambil jalan, perusahaan tersebut akan memanfaatkan pengelolaan aset sewa kepada pihak ketiga.




TERBARU

[X]
×