kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.772.000   35.000   1,28%
  • USD/IDR 16.984   11,00   0,06%
  • IDX 9.021   -113,21   -1,24%
  • KOMPAS100 1.240   -14,88   -1,19%
  • LQ45 874   -10,39   -1,17%
  • ISSI 330   -4,16   -1,25%
  • IDX30 445   -8,66   -1,91%
  • IDXHIDIV20 520   -18,70   -3,47%
  • IDX80 138   -1,66   -1,19%
  • IDXV30 143   -6,03   -4,06%
  • IDXQ30 142   -3,42   -2,35%

PLN-Pertamina siap bentuk holding BUMN panas bumi


Minggu, 21 Februari 2021 / 17:10 WIB
PLN-Pertamina siap bentuk holding BUMN panas bumi
ILUSTRASI. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang yang dioperasikan Pertamina Geothermal Energy.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah membentuk holding BUMN Panas Bumi (geothermal). PT PLN (Persero) dan Pertamina pun sedang bersiap untuk membentuk holding tersebut.

Direktur Mega Proyek PLN M. Ikhsan Assaad mengkonfirmasi hal tersebut dan mengatakan bahwa pembahasan masih terus dilakukan. "PLN dan Pertamina memang sedang mempersiapkan pembentukan holding geothermal. Masih dalam pembahasan," kata Ikhsan kepada Kontan.co.id, Sabtu (20/2).

Saat ini, sinergi antara kedua anak usaha perusahaan energi plat merah itu sedang berlangsung. Ikhsan bilang, PLN Gas & Geothermal (PLN GG) dan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) tengah melakukan joint study untuk pengembangan panas bumi di Lahendong dan Ulu Belu.

Baca Juga: Akselerasi energi terbarukan, Geo Dipa Energi sambut holding BUMN panas bumi

Dihubungi terpisah, Direktur Operasi PLN GG Yudistian Yunis menambahkan bahwa pembahasan terkait holding dilakukan oleh Kementerian BUMN, dengan melibatkan PLN, Pertamina dan Geo Dipa.

Sebagai anak usaha PLN di bidang panas bumi, sambung Yunis, PLN GG siap mendukung hasil pembahasan dalam pembentukan holding tersebut. "Saat ini sedang membahas opsi mekanisme penggabungan usaha panas bumi yang ada," kata Yunis.

Menurutnya, hal ini penting untuk mengakselerasi dan mengoptimalkan pemanfaatan energi panas bumi yang melimpah di Indonesia. Pasalnya, baru sekitar 8% energi panas bumi yang termanfaatkan untuk tenaga listrik, dari total potensi yang teridentifikasi.




TERBARU

[X]
×