kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.771   30,00   0,17%
  • IDX 6.522   116,06   1,81%
  • KOMPAS100 849   15,70   1,88%
  • LQ45 641   8,52   1,35%
  • ISSI 230   4,91   2,18%
  • IDX30 358   4,21   1,19%
  • IDXHIDIV20 437   4,93   1,14%
  • IDX80 97   1,66   1,75%
  • IDXV30 122   1,89   1,57%
  • IDXQ30 114   1,08   0,96%

PLN-Pertamina siap bentuk holding BUMN panas bumi


Minggu, 21 Februari 2021 / 17:10 WIB
ILUSTRASI. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang yang dioperasikan Pertamina Geothermal Energy.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah membentuk holding BUMN Panas Bumi (geothermal). PT PLN (Persero) dan Pertamina pun sedang bersiap untuk membentuk holding tersebut.

Direktur Mega Proyek PLN M. Ikhsan Assaad mengkonfirmasi hal tersebut dan mengatakan bahwa pembahasan masih terus dilakukan. "PLN dan Pertamina memang sedang mempersiapkan pembentukan holding geothermal. Masih dalam pembahasan," kata Ikhsan kepada Kontan.co.id, Sabtu (20/2).

Saat ini, sinergi antara kedua anak usaha perusahaan energi plat merah itu sedang berlangsung. Ikhsan bilang, PLN Gas & Geothermal (PLN GG) dan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) tengah melakukan joint study untuk pengembangan panas bumi di Lahendong dan Ulu Belu.

Baca Juga: Akselerasi energi terbarukan, Geo Dipa Energi sambut holding BUMN panas bumi

Dihubungi terpisah, Direktur Operasi PLN GG Yudistian Yunis menambahkan bahwa pembahasan terkait holding dilakukan oleh Kementerian BUMN, dengan melibatkan PLN, Pertamina dan Geo Dipa.

Sebagai anak usaha PLN di bidang panas bumi, sambung Yunis, PLN GG siap mendukung hasil pembahasan dalam pembentukan holding tersebut. "Saat ini sedang membahas opsi mekanisme penggabungan usaha panas bumi yang ada," kata Yunis.

Menurutnya, hal ini penting untuk mengakselerasi dan mengoptimalkan pemanfaatan energi panas bumi yang melimpah di Indonesia. Pasalnya, baru sekitar 8% energi panas bumi yang termanfaatkan untuk tenaga listrik, dari total potensi yang teridentifikasi.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×