kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.889   19,00   0,11%
  • IDX 8.948   63,58   0,72%
  • KOMPAS100 1.240   13,93   1,14%
  • LQ45 879   12,32   1,42%
  • ISSI 327   2,65   0,82%
  • IDX30 449   8,13   1,84%
  • IDXHIDIV20 531   10,57   2,03%
  • IDX80 138   1,59   1,17%
  • IDXV30 147   2,50   1,73%
  • IDXQ30 144   2,26   1,60%

Potensi Geothermal Indonesia: Jabar Jadi Pusat Energi Bersih


Jumat, 28 November 2025 / 14:35 WIB
Diperbarui Sabtu, 29 November 2025 / 01:23 WIB
Potensi Geothermal Indonesia: Jabar Jadi Pusat Energi Bersih
ILUSTRASI. PLTP Gunung Salak: Suasana di PLTP Gunung Salak, Jawa Barat, Kamis (25/7/2024). indonesia memiliki 40% dari energi panas bumi dunia yang dapat menjadikan indonesia 10 besar negara penghasil energi panas bumi terbesar dunia apabila telah dikelola dengan baik. KONTAN/Baihaki/25/7/2024


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

Pengembangan Berbasis Sains dan Konservasi

Salah satu proyek yang kini berjalan adalah pengembangan geothermal di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), yang dilakukan berdasarkan kajian ilmiah berlapis dan perizinan yang ketat.

Sejak 2022, sejumlah tahapan telah dilakukan mulai dari survei geofisika, geologi, geokimia, pembukaan akses jalan, hingga verifikasi penggunaan lahan pada zona pemanfaatan.

Proyek ini berada di Wilayah Kerja Panas Bumi Cipanas berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No. 2778 K/30/MEM/2014.

Balai Besar TNGGP menegaskan bahwa area eksplorasi yang digunakan sangat terbatas—hanya sekitar 0,02% dari total luas taman nasional—tanpa melibatkan pembukaan hutan primer atau ruang ekologis penting.

“Yang digunakan adalah lahan eksisting, bukan kawasan hutan di zona inti. Prinsip konservasi tetap menjadi dasar, dan masyarakat juga dilibatkan sebagai mitra,” ujar Kepala Balai Besar TNGGP, Arief Mahmud kepada media, beberapa waktu lalu, dikutip pada Jumat (28/11).

Secara teknis, seluruh kegiatan mengikuti standar internasional, mulai dari desain sumur berlapis casing, sistem blowout preventer (BOP), pemantauan hidrologi, hingga kajian geoteknik.

“Setiap tahapan harus melalui evaluasi risiko dan memenuhi standar konservasi,” jelas Subkoordinator Penyiapan dan Evaluasi EBTKE, Andi Susmanto, S.T., M.Si.

Baca Juga: Fast Food (FAST) Targetkan Cetak Laba di 2026, Begini Strateginya

Langkah Strategis untuk Net Zero Emission 2060

Staf Khusus Menteri ESDM, Pradana Indraputra, menegaskan bahwa pengembangan geothermal merupakan bagian penting dalam perjalanan menuju target Net Zero Emission (NZE) pada 2060.

“Geothermal bukan sekadar visi, tetapi upaya nyata menuju NZE. Pemerintah berkomitmen penuh mencapai kemandirian energi nasional dan keberlanjutan program energi rendah karbon,” ujarnya.

PLTP, menurutnya, menjadi milestone penting karena mampu mengalirkan listrik sekaligus menurunkan emisi karbon sektor kelistrikan secara signifikan. Keberhasilan proyek ini juga dapat direplikasi di wilayah lain sebagai fondasi menuju swasembada energi bersih.

Manfaat Langsung bagi Masyarakat

Baca Juga: KIJA Groundbreaking Proyek Jababeka Bizpark Tahap II, Targetkan Rampung di Akhir 2026

Pengembangan panas bumi di Cipanas diproyeksikan memberi dampak positif langsung, mulai dari pembukaan lapangan kerja, peningkatan kompetensi teknis lokal, hingga menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.

Pada tingkat nasional, geothermal berperan memperluas bauran energi hijau dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Sebagai bagian dari transparansi publik, seluruh proses pengembangan PLTP dibuka untuk masukan dari masyarakat, akademisi, media, serta lembaga independen.

Percepatan pengembangan geothermal di Jawa Barat diarahkan untuk menciptakan masa depan energi yang bersih, adil, dan berkelanjutan sambil memastikan bahwa kawasan konservasi tetap terjaga dan masyarakat memperoleh manfaat nyata.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×