kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Produsen Bingung Tetapkan Harga Jual Pupuk Subsidi


Jumat, 05 Februari 2010 / 17:06 WIB


Reporter: Raymond Reynaldi | Editor: Test Test

JAKARTA. Industri pupuk tak lepas dari masalah. Kali ini, produsen pupuk nasional mengaku kebingungan untuk menetapkan harga jual pupuk bersubsidi yang mereka produksi tahun ini. Pasalnya, alokasi subsidi pemerintah senilai Rp 11,3 triliun hanya mampu menekan harga pupuk di tingkat petani sebesar Rp 2.300 per kilogram (kg).

"Harusnya subsidi pupuk naik. Karena kalau mengikuti harga tahun lalu itu Rp 1.200 per kg," terang Direktur Pemasaran PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Bowo Kuntohadi, Jumat (5/2).

Bila tak ada kenaikan subsidi, Bowo mengaku produsen mesti menanggung selisih harga jual yang cukup besar. Sebab, mereka juga terbebani biaya lain seperti distribusi atau bongkar muat. Kini, harga jual pupuk non subsidi normal telah jauh di atas harga pupuk bersubsidi. "Inilah yang menyebabkan tipisnya margin keuntungan kita," ujar Direktur Keuangan Pusri Wiyas Yulias Hasbu.

Wiyas pun menyarankan, pemerintah memberikan kelonggaran atas setoran dividen produsen pupuk yang bernaung di bawah holding Pusri. "Kalau itu di kisaran 10%-15% tentu kita dapat memperbesar equity ketika berekspansi bangun pabrik baru," terang dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×