Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah kekhawatiran penurunan daya beli masyarakat, kinerja emiten properti pada kuartal I-2026 tetap menunjukkan tren positif. Hal ini tercermin dari capaian marketing sales sejumlah pengembang yang masih tumbuh dan relatif on track terhadap target tahunan.
PT Metropolitan Land Tbk (MTLA), misalnya, membukukan marketing sales sebesar Rp 401 miliar hingga kuartal I-2026, yang terdiri dari pre sales dan recurring revenue. Capaian tersebut dinilai masih sejalan dengan target tahun ini sebesar Rp 2 triliun.
“Saat ini KPR masih menjadi pilihan utama konsumen untuk pembiayaan pembelian rumah di proyek Metland, lebih dari 80% konsumen memilih KPR,” ungkap Olivia, kepada Kontan.co.id, Senin (4/5).
Baca Juga: Kopi Indonesia Perkuat Pasar Dunia Lewat Festival Kopi di Helsinki dan Talinn
Pihaknya menilai, daya beli masyarakat dalam membeli rumah pertama untuk dihuni masih cukup baik. Hal ini salah satunya didukung oleh suku bunga KPR yang masih menarik.
Kondisi tersebut tercermin dari raihan marketing sales perusahaan, yang mayoritasnya atau sekitar 83% menggunakan KPR untuk pembelian.
Meski demikian, MTLA tetap mencermati potensi tantangan ke depan, terutama terkait pelemahan daya beli akibat kenaikan harga BBM dan ketidakpastian prospek ekonomi global.
Sementara itu, PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) mencatat marketing sales sebesar Rp 142 miliar pada kuartal I-2026. Capaian ini mencerminkan minat pasar yang masih cukup kuat terhadap proyek-proyek perusahaan.
Direktur Keuangan TRIN, Gregorius Seloko Uyanto, menyampaikan bahwa laporan keuangan kuartal I-2026 mencerminkan fase transisi pengakuan pendapatan.
“Capaian ini mencerminkan tingginya minat pasar terhadap proyek-proyek perusahaan serta efektivitas strategi pemasaran yang dijalankan,” ungkap Gregorius.
Ia menjelaskan, sesuai dengan PSAK 115, pendapatan baru dapat diakui setelah unit diserahterimakan kepada konsumen, sehingga sebagian besar penjualan belum tercermin dalam pendapatan.
TRIN pun memproyeksikan peningkatan signifikan pengakuan pendapatan mulai semester II-2026, seiring rencana serah terima unit yang dilakukan bertahap dalam beberapa bulan ke depan.
Baca Juga: Metland (MTLA) Optimistis Properti 2026, KPR Jadi Andalan Penjualan
Optimisme serupa juga datang dari PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) yang mencatat marketing sales sebesar Rp2,54 triliun pada kuartal I-2026, setara 25% dari target tahunan Rp10 triliun. Angka ini juga tumbuh 5% secara tahunan.
Direktur BSDE, Hermawan Wijaya, menilai permintaan properti, khususnya segmen residensial, masih cukup kuat.
“Kami melihat bahwa permintaan properti, khususnya di segmen residensial, masih cukup resilien. Hal ini didukung oleh kebutuhan hunian yang tetap kuat serta kepercayaan konsumen terhadap kawasan mandiri terintegrasi seperti BSD City,” ujar Hermawan.
Kinerja BSDE ditopang oleh kontribusi segmen residensial sebesar Rp1,23 triliun, diikuti komersial Rp944,14 miliar dan lain-lain Rp364,39 miliar. BSD City menjadi kontributor utama dengan porsi sekitar 71% dari total pra penjualan.
Ke depan, BSDE melihat peluang tetap terbuka seiring potensi stabilisasi suku bunga serta adanya berbagai insentif yang dapat mendorong daya beli masyarakat.
“Kami optimistis dapat mencapai target pra penjualan tahun 2026 sebesar Rp10,00 triliun, dengan tetap mengedepankan strategi peluncuran produk yang prudent, memperkuat jaringan pemasaran, serta didukung oleh program penjualan nasional kami royal key yang relevan dengan kondisi pasar,” tutup Hermawan.
Baca Juga: Fasilitas Minyak Rusia Diserang Ukraina, Wamen ESDM: Tak Ganggu Ketahanan Energi RI
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













