Reporter: Agustinus Beo Da Costa | Editor: Hendra Gunawan
JAKARTA. Perusahaan minyak dan gas bumi asal Singapura, KrisEnergy sejak Juni 2014 menerbitkan surat utang atau obligasi jangka menengah senilai S$ 500 juta. Sebagian dana yang dihasilkan dari obligasi tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi dan mengembangkan Blok A Aceh milik Premier Oil.
Head of Investor Relations KrisEnergy Tanya Pang mengatakan, obligasi jangka menengah dengan nilai S$ 500 juta itu akan diluncurkan dalam tiga tahap. Tahap pertama, pada Juni 2014 lalu KrisEnergy sudah menerbitkan obligasi jangka menengah senilai S$ 130 juta.
Obligasi tahap kedua terbit Agustus 2014 senilai S$ 200 juta. "Dengan begitu kami sudah merilis obligasi senilai total S$ 330 juta. Saat ini masih tersisa S$ 170 juta dari obligasi jangka menengah yang akan diluncurkan belakangan," ungkap Tanya Pang kepada KONTAN, Rabu ( 20/8).
Menurut Pang, dana hasil penjualan obligasi ini akan digunakan untuk mendanai belanja modal perusahaan ini serta anak usahanya. Termasuk untuk pengembangan Blok G10/48, Blok G11/48, Cambodia Block A dan Blok A, Aceh.
Meski demikian, Pang enggan mengungkap besaran dana dari penerbitan surat utang tersebut yang akan digunakan untuk pengembangan Blok A Aceh. "Kami masih menunggu persetujuan pemerintah mengenai akuisisi blok tersebut," ujar Pang.
Sekadar mengingatkan, bulan lalu, KrisEnergy memutuskan untuk mengakuisisi 41,67% saham Blok A Aceh milik Premier Oil Overseas BV dengan nilai pembayaran sebesar US$ 40 juta. Adapun PT Medco E&P Malaka adalah operator Blok A Aceh dengan kepemilikan 41,66% sementara Japex Blok A Ltd memiliki sisa 16,66%.
Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Direktorat Jenderal Migas Naryanto Wagimin menyatakan, proses akuisisi saham Blok A Aceh milik Premier Oil oleh KrisEnergy masih dalam proses kajian di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
Sementara menurut Kepala Subbagian Komunikasi dan Protokoler SKK Migas Zuldadi Rafli, sebagai penjual Blok A Aceh, Premier Oil memang sudah mengajukan proposal kepada SKK Migas untuk melepaskan saham kepada Kris-Energy. "Saat ini proposal Premier Oil tersebut sedang ditinjau lagi oleh SKK Migas," imbuh dia.
Peninjauan itu untuk mengetahui sejauh mana pengalihan tanggung jawab Blok A Aceh dari Premier Oil kepada KrisEnergy termasuk utang-utang dan komitmen Premier Oil di blok ini. Pada semester II tahun 2014 ini, operator Blok A Aceh berencana melakukan pengeboran eksplorasi pada satu sumur di lapangan Alur Siwah, Blok A Aceh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News