Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen elektronik Tanah Air, Polytron, menerapkan strategi bisnis untuk menjaga kinerja segmen perabotan rumah tangga elektronik (home appliances) pada semester II-2026.
Commercial Director Polytron Tekno Wibowo menjelaskan bahwa prospek industri home appliances pada separuh kedua ke depan masih belum cerah karena sejumlah tantangan yang masih membayangi pelaku usaha.
"Hal ini karena pelemahan nilai tukar rupiah, serta fluktuasi harga minyak global yang mendorong kenaikan harga bahan baku. Belum lagi, kondisi di dalam negeri juga tidak menentu," ujarnya kepada Kontan, Kamis (9/7/2026).
Baca Juga: D-8 Halal Expo Indonesia 2026 Dibuka, Bidik Perdagangan Negara D-8 di US$ 500 Miliar
Menurut Tekno, produk pendingin seperti penyejuk udara atau air conditioner (AC) seharusnya dapat menjadi salah satu produk home appliances yang terdongkrak oleh sentimen cuaca panas dan El Nino.
"Meskipun El Nino memberikan dampak permintaan AC naik tetapi faktor harga menjadi batu sandungan bagi konsumen untuk membeli," imbuhnya.
Tekno membeberkan bahwa perusahaan sendiri sejak awal tahun telah mengerek harga jual sekitar 15% secara bertahap.
Untuk menjaga bisnis tetap bertumbuh, Polytron beradaptasi dengan mengurangi jumlah unit produk yang kurang laku, serta merampingkan lini produk. "Strategi ini dilakukan untuk menaikkan efisiensi biaya," jelas Tekno.
Baca Juga: Hyundai Optimistis Penjualan Mobil Tetap Tumbuh Positif pada Semester II 2026
Tak muluk-muluk, tahun ini Polytron menargetkan penjualan produk home appliances secara value (nilai) dapat setidaknya sama dengan tahun lalu.
Melansir situs resminya, pada segmen home appliances, Polytron menjual produk kulkas, AC, mesin cuci, perlengkapan dapur, air solution, showcase, hingga chest freezer.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














