Reporter: Mona Tobing | Editor: Yudho Winarto
SUBANG. PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) optimalkan kandungan rendemen produksi gula. Selama dua tahun terakhir, kandungan rendemen RNI bertahan pada angka 7,77%. Selisih tipis dengan target kandungan rendemen pemerintah 2014 sebesar 8,53%. Target rendemen yang belum dicapai disebabkan keterbatasan lahan yang mengganggu pasokan bahan baku.
Sebagai gambaran pada tahun 2014 target pemerintah terhadap produktivitas per hektar (ha) mencapai 88,7 ton per ha. Sementara kontribusi RNI baru mencapai 82,2 ton per ha. Sehingga masih selisih 6,4 ton per ha. Padahal industri gula nasional membutuhkan sekitar 5.870 ha lahan tambahan untuk meningkatkan produksi gula.
Ismed Hasan Putro, Direktur Utama PT RNI mengaku, selama ini kendala masih terbatas pada lahan yang minim. Sehingga perlu ada regulasi yang menjamin ketersedian lahan dalam rangka menjamin ketersediaan lahan agar ada jaminan ketersedian bahan baku tebu. Baru setelahnya disusul peningkatan teknologi dibarengi penelitian serta pengembangan varietas bibit unggul.
“Terakhir optimalisasi kinerja pabrik. Kami terus mendorong mekanisasi dan otomatisasi dalam proses pengolahan tebu,” tandas Ismed pada Kamis (4/12).c
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News